GIANYAR – Bali United resmi mendatangkan Thomas Lam. Kehadiran pemain berusia 32 tahun itu diharapkan mampu memperkuat sektor pertahanan Serdadu Tridatu.
Lam bergabung dengan Bali United setelah menyelesaikan masa baktinya bersama klub Siprus, Apollon Limassol. Meski demikian, manajemen tidak mengungkapkan durasi kontrak yang disepakati kedua belah pihak.
Kedatangan Lam menjadi bagian dari evaluasi Bali United setelah penampilan di Super League musim lalu. Pasukan Johnny Jansen tercatat kebobolan 48 gol dalam 34 pertandingan sehingga sektor pertahanan menjadi perhatian utama tim.
"Melihat evaluasi musim lalu khususnya di lini belakang, kami melihat butuh tambahan untuk pemain di sektor pertahanan," ungkap Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri, dikutip dari laman resmi klub, Selasa (21/7/2026).
Lebih lanjut, Yabes menjelaskan, perekrutan Lam dilakukan berdasarkan rekomendasi tim pelatih. Bek dengan tinggi badan 188 sentimeter itu dinilai memiliki kualitas dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan tim.
"Setelah berkomunikasi dengan tim pelatih, kami melihat Thomas Lam menjadi pilihan terbaik untuk memperkuat Bali United di musim ini. Mudah-mudahan dia bisa membantu tim ini disiplin dalam pertahanan dan produktif dalam mencetak gol sehingga peringkat klasemen lebih baik," terang Yabes.
Lam mengawali perjalanan sepakbolanya di Amsterdam Football Club sebelum bergabung dengan akademi AZ Alkmaar pada 2005. Perkembangannya di Belanda membawanya menembus level profesional dan membangun karier di sejumlah kompetisi Eropa.
Pada musim 2013-2014, Lam sempat menjadi rekan satu tim Thom Haye di AZ Alkmaar U-21. Semusim berikutnya, gelandang Timnas Indonesia itu promosi ke tim senior, sedangkan ia memilih melanjutkan karier bersama PEC Zwolle.
Karier Lam kemudian berlanjut ke Inggris saat direkrut Nottingham Forest pada musim 2016-2017. Bek berpaspor Finlandia itu juga sempat dipinjamkan ke FC Twente sebelum kembali memperkuat PEC Zwolle pada musim 2018-2019.