YOGYAKARTA — Manajemen PSIM Yogyakarta bergerak cepat dalam mematangkan persiapan tim menyongsong kompetisi baru. Klub berjuluk Laskar Mataram tersebut dipastikan tetap menjadikan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai markas resmi mereka untuk mengarungi Super League 2026-2027.
Keputusan mempertahankan Stadion Sultan Agung menjadi bentuk kesinambungan kerja sama antara klub dengan pemerintah daerah. Manajemen menilai sinergi tersebut penting untuk mendukung persiapan tim menghadapi musim baru.
Manager Operational PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Seno Aji, mengatakan proses koordinasi dengan Dispora Bantul berlangsung lancar. Menurutnya, kedua pihak memiliki komitmen yang sama dalam mendukung perjalanan PSIM Yogyakarta di kompetisi mendatang.
“Sesuai dengan komitmen bersama antara PSIM dan Dispora Kabupaten Bantul, kami memastikan bahwa venue kandang PSIM untuk tahun kompetisi 2026-2027 tetap berada di Stadion Sultan Agung,” kata Wendy dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu (18/7/2026).
Wendy menjelaskan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah pembahasan yang telah dilakukan sejak berakhirnya kompetisi musim lalu. Pertemuan itu juga dihadiri langsung oleh jajaran Dispora Kabupaten Bantul.
“Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah tercapai dalam pertemuan antara manajemen PSIM dengan pihak Dispora pada akhir musim kompetisi 2026 kemarin,” jelas Wendy.
Komitmen pemerintah daerah juga diwujudkan melalui dukungan administratif kepada klub. Dispora Kabupaten Bantul telah menerbitkan surat resmi yang memperkuat penggunaan Stadion Sultan Agung sebagai kandang PSIM Yogyakarta.
“Komitmen tersebut kini juga telah diperkuat melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh Dispora Kabupaten Bantul kepada pihak PSIM untuk mengarungi musim kompetisi mendatang,” terang Wendy.