JAKARTA - Dua talenta muda sepak bola Indonesia, Nazriel Alfaro dan Zahaby Gholy, menyambut antusias bergulirnya turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Ajang edisi kedelapan ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi para pesepakbola muda untuk memamerkan magis dan kualitas mereka sebelum genderang kompetisi resmi ditabuh.
Nazriel yang membela panji Persib Bandung serta Gholy yang berseragam Persija Jakarta sama-sama menggantungkan asa untuk meraup menit bermain yang lebih banyak. Keduanya mengakui bahwa kesempatan tampil pada gelaran Super League musim lalu masih sangat terbatas, sehingga turnamen ini wajib dimaksimalkan dengan baik.
"Turnamen ini bisa menjadi tempat untuk bisa menambah menit bermain," kata Nazriel kepada awak media, termasuk Okezone di Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (8/7/2026).
Pada kompetisi Super League musim 2025-2026, Nazriel yang baru menginjak usia 18 tahun tercatat baru mengemas tiga penampilan bersama Pangeran Biru. Ia masuk sebagai pemain pengganti kala Persib bersua Madura United, Borneo FC, dan Malut United, dengan akumulasi bermain selama 13 menit.
Di sisi lain, harapan senada juga diapungkan oleh Gholy menjelang sepak mula Piala Presiden 2026. Pemain berbakat yang baru berumur 17 tahun tersebut bahkan sama sekali belum mencicipi caps debut bersama tim senior Macan Kemayoran pada musim lalu.
Sepanjang musim 2025-2026, Gholy lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengasah kemampuan bersama Persija U-20 di pentas Elite Pro Academy (EPA). Bersama tim muda tersebut, ia tampil impresif dengan membukukan 22 penampilan dan menggelontorkan delapan gol.
"Ini jauh lebih baik juga buat para pemain muda dan bisa dikasih kesempatan bermain di Piala Presiden ini. Dan tentunya ini juga persiapan buat tim juga," ucap Gholy.
Apresiasi terhadap kembalinya turnamen ini juga disuarakan oleh penjaga gawang Persebaya Surabaya, Ernando Ari Sutaryadi. Ia menilai turnamen pramusim ini menjadi oase penting bagi perkembangan pemain muda, terlebih setelah adanya penghapusan regulasi wajib memainkan pemain U-23 di kasta tertinggi liga domestik.
"Mereka ini sayang kalau cuma menunggu hanya satu pertandingan saja di Liga 1 saja, itu sangat-sangat minim buat mereka. Jadi kita mensupport adanya banyak pertandingan, banyak kompetisi di Indonesia ini. Jadi saya sangat senang adanya Piala Presiden ini," kata Ernando.
Ernando berpendapat bahwa menjamurnya kompetisi akan membuka ruang lebar bagi para pemain muda untuk mematangkan mental dan mencuri perhatian tim nasional. Ia berharap ajang ini bisa menjadi batu loncatan yang sempurna menuju level yang lebih tinggi.
"Mungkin salah satu jalan untuk kita bisa mendapatkan menit bermain, salah satu jalan juga mendapatkan panggilan timnas juga," kata Ernando.
Gelaran Piala Presiden 2026 sendiri dipastikan berlangsung sengit pada 25 Juli hingga 6 Agustus dengan melibatkan delapan klub dari empat negara berbeda. Lima tim lokal yang siap unjuk gigi adalah Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Arema FC.
Sementara itu, kekuatan asing akan diwakili oleh Tampines Rovers (Singapura), DPMM FC (Brunei Darussalam), serta sang juara bertahan Port FC (Thailand). Seluruh rangkaian pertandingan panas ini bakal dipentaskan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, dan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Stadion Si Jalak Harupat diplot sebagai arena pertempuran Grup A yang diisi oleh Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC, dan Tampines Rovers. Sedangkan seluruh laga sengit di Grup B yang mempertemukan Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC akan digulirkan di Stadion Gelora Bung Tomo.
(Rivan Nasri Rachman)