MALANG – Malut United harus puas membawa pulang satu poin dari kunjungan mereka ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (3/4/2026) malam WIB. Meski mendominasi jalannya laga pekan ke-26 Super League 2025-2026 tersebut, pelatih Malut United, Hendri Susilo, menilai skor imbang 1-1 merupakan cerminan yang adil bagi kedua tim yang baru saja kembali dari masa libur panjang.
Dalam laga tersebut, gawang Malut United lebih dulu bergetar melalui sundulan Hansamu Yama Pranata pada menit ke-26. Beruntung, Laskar Kie Raha berhasil menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti David Da Silva pada menit ke-42.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, meskipun statistik menunjukkan tim tamu memegang kendali permainan dengan 64 persen penguasaan bola.
Usai pertandingan, Hendri Susilo blak-blakan mengenai kondisi kebugaran anak asuhnya. Menurutnya, dominasi bola yang mereka miliki tidak berbanding lurus dengan ketajaman di depan gawang karena kondisi fisik pemain yang belum menyentuh level 100 persen setelah jeda kompetisi.
“Kalau melihat dari permainan, tentu ada sedikit rasa kecewa. Kami banyak menguasai bola dan mendapatkan sejumlah peluang. Namun, kami tak mampu memaksimalkannya dengan baik,” ujar Hendri Susilo, dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).
“Pelatih fisik kami mengatakan kondisi pemain saat ini baru 75-80 persen. Situasi ini membuat permainan kami belum maksimal. Namun, saya pikir itu hal yang normal dan kami juga sudah memperkirakannya,” tambahnya.
Hendri tak menampik ada sedikit rasa kecewa karena banyaknya peluang yang terbuang. Dari 10 tembakan yang dilepaskan, 5 di antaranya mengarah tepat ke gawang, namun tidak ada yang berbuah gol tambahan.