Selain faktor keamanan, aspek kecepatan menjadi nilai tambah utama dalam kolaborasi ini. Proses birokrasi yang biasanya memakan waktu lama karena kendala fisik—seperti pengiriman dokumen atau menunggu tanda tangan basah—kini terpangkas secara signifikan.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyebutkan bahwa digitalisasi ini mencakup seluruh lini, mulai dari kontrak pemain asing hingga perjanjian dengan vendor.
"Kami ingin membangun fondasi organisasi yang lebih kuat dan efektif. Kerja sama ini menghadirkan proses administrasi yang jauh lebih cepat namun tetap memiliki kepastian hukum yang tinggi," ungkap Prapanca.
Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA, turut mengapresiasi keberanian Persija dalam memimpin transformasi digital di industri olahraga. Menurutnya, penggunaan identitas digital yang kuat adalah fondasi penting bagi klub yang ingin bersaing di level global. Dengan masa kerja sama selama satu tahun ke depan, langkah ini diharapkan menjadi standar baru bagi profesionalisme klub sepak bola di tanah air.
(Rivan Nasri Rachman)