Menurutnya, permasalahan utama adalah komunikasi buruk antarpemain. Hal ini membuat konsentrasi pemain dan rekannya hilang sehingga mudah kebobolan.
"Saya rasa masalah tim saat ini bersifat struktural, salah satunya komunikasi antarpemain. Jika mencermati proses kebobolan awal, seolah-olah kita memberikan kesempatan tersebut secara cuma-cuma kepada lawan,” terang Van Gastel.
Meski begitu, Van Gastel beruntung bisa menemukan formula tepat untuk mengejar ketertinggalan. Terlebih, PSIM Yogyakarta terbantu karena adanya kartu merah yang didapat Joao Ferarri.
"Hal berbeda kita lakukan pada paruh kedua adalah bermain menyerang dengan menempatkan dua striker secara bersamaan. Di sisi lapangan kita menang jumlah pemain sehingga tim bisa menembus sepertiga akhir pertahanan lawan secara mudah,” jelas Van Gastel.
Tambahan satu poin membuat PSIM Yogyakarta kini mengoleksi 33 poin dari 22 laga dan menempati peringkat ketujuh dari 18 tim. Berikutnya, PSIM Yogyakarta akan dijamu PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada Jumat 27 Februari 2026 pukul 20.30 WIB.
(Ramdani Bur)