JAKARTA – Penyerang Persija Jakarta, Gustavo Almeida, tak ingin buru-buru lempar handuk dalam perburuan gelar juara Super League 2025-2026. Kendati makin tertinggal dari Persib Bandung, ia yakin segalanya belum berakhir.
Persija menelan kekalahan 0-2 dari Arema FC di pekan ke-20 Super League 2025-2026. Duel klasik tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu 8 Februari 2026.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi skuad Persija. Gustavo turut menyesali hasil negatif tersebut karena didapat di hadapan puluhan ribu The Jakmania.
“Tentu saja, kami sebagai seorang pemain tidak menyukai kekalahan. Terutama ketika kami punya satu target di tiap laganya untuk menang. Tentu saja, semua dukungan yang ada untuk kemenangan. Kami para pemain dan para staf juga berpikir seperti itu,” kata Gustavo, dikutip Jumat (13/2/2026).
Striker asal Brasil itu menyorot satu momen yang dinilai menjadi biang kekalahan Persija. Momen tersebut yakni ketika golnya dianulir wasit setelah melakukan peninjauan lewat VAR. Menurutnya, fokus para pemain menjadi terpecah.
“Namun, sepakbola perihal detail. Ada satu momen di mana kita kehilangan detail, dan itu menyebabkan kami kalah. Terutama saat VAR membatalkan gol kami. Setelah itu Anda kebobolan, dan itu membuat energi kami turun. Namun, itulah sepakbola,” urai pria berusia 29 tahun itu.