Sementara itu kiper Persija, Andritany Ardhiyasa, punya motivasi besar di turnamen pramusim ini. Ia berambisi membawa pulang trofi Piala Menpora ke Jakarta meski persiapan dirasa sangat minim.
“Kami sudah siap menatap turnamen Piala Menpora. Walaupun persiapan kami sangat minim, hanya dua minggu, itu tidak menjadi sebuah alasan. Semua tim juga melakukan hal yang sama. Kami memiliki peluang yang sama menjadi juara. Namun, kami punya motivasi lebih ingin membawa trofi Piala Menpora yang pertama ini ke Jakarta,” kata Andritany.
Malang memang dirasa memiliki ikatan emosional dengan kiper 29 tahun itu. Meski demikian, kedekatan emosional dengan tuan rumah grup bukan jadi acuan. Lagi-lagi, ia menegaskan bahwa motivasi ialah kunci kesuksesan.
“Bicara tren bagus di Malang, sebetulnya bukan cuma di Malang. Solo pun kami punya tren bagus. Kunci tren bagus itu motivasi, bukan tempat. Di mana pun itu, kami punya motivasi memenangi pertandingan. Memang, ada kedekatan emosional dengan Malang karena Arema dan Persija cukup dekat,” tambah Andritany
“Bagi saya, di mana pun harus ada motivasi meski sekarang tanpa hadirnya penonton,” tutupnya.
(Ramdani Bur)