MALANG – Pelatih Persija Jakarta, Sudirman menginginkan timnya bisa membentuk karakter selama berlaga di Piala Menpora 2021. Ia menekankan pentingnya keharmonisan pemain baik di dalam maupun luar lapangan.
Piala Menpora 2021 juga menjadi menjadi pembuktian pertama Sudirman sejak diangkat menjadi pelatih kepala Persija Jakarta pada tahun ini. Hanya saja, menurutnya, yang paling penting bukanlah pembuktian, melainkan karakter tim.
Baca juga: PSM Makassar Incar Kemenangan Lawan Persija Jakarta di Piala Menpora 2021
“Sebenarnya ini tidak tepat disebut debut saya memimpin Persija. Saya pernah memimpin tim ini saat melawan Barito Putera dan Borneo FC di Liga 1 2019,” kata Sudirman mengutip laman Persija, Senin (22/3/2021).
“Bagi saya tidak penting debut atau tidak. Yang penting menciptakan tim kokoh di dalam dan luar lapangan. Lalu, tim punya karakter ingin selalu menang di setiap pertandingan,” tambahnya.
Baca juga: Berlaga di Piala Menpora 2021, Persija Jakarta Diperkuat 4 Pemain Akademi
“Karakter berambisi selalu meraih hasil maksimal. Dalam latihan, motivasi pemain sangat besar. Insya Allah, motivasi itu menjadi senjata Persija meraih hasil maksimal di setiap laga,” ujar Sudirman.
Persija tergabung di Grup B Piala Menpora 2021 bersama Bhayangkara FC, Borneo FC, dan PSM Makassar. Macan Kemayoran akan melawan PSM Makassar pada laga perdana di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Secara catatan pertemuan, kedua tim tampak seimbang. Dalam 10 perjumpaan terakhir, Persija mengantongi tiga kemenangan, tiga kekalahan, dan empat seri.
Kali ini, Persija di atas kertas menjadi unggulan. PSM tampaknya hanya mengandalkan pemain lokal, sementara Macan Kemayoran terbilang lengkap di segala lini.
Meski demikian, Sudirman enggan menjadikan komposisi pemain menjadi patokan. Ia mengutarakan setiap tim punya peluang yang sama di gelaran turnamen pra-musim ini.
“Target menang tidak hanya saat melawan PSM. Kami tidak bisa bicara pemain lokal atau asing yang jadi acuan. Bermain sepakbola itu 11 orang. Semua punya kemampuan, taktik, dan strategi. Yang pasti, seperti saya bilang tadi, setiap laga tim ini akan berusaha maksimal untuk memenangi pertandingan. Siapa pun lawannya,” tutur Sudirman.
Sementara itu kiper Persija, Andritany Ardhiyasa, punya motivasi besar di turnamen pramusim ini. Ia berambisi membawa pulang trofi Piala Menpora ke Jakarta meski persiapan dirasa sangat minim.
“Kami sudah siap menatap turnamen Piala Menpora. Walaupun persiapan kami sangat minim, hanya dua minggu, itu tidak menjadi sebuah alasan. Semua tim juga melakukan hal yang sama. Kami memiliki peluang yang sama menjadi juara. Namun, kami punya motivasi lebih ingin membawa trofi Piala Menpora yang pertama ini ke Jakarta,” kata Andritany.
Malang memang dirasa memiliki ikatan emosional dengan kiper 29 tahun itu. Meski demikian, kedekatan emosional dengan tuan rumah grup bukan jadi acuan. Lagi-lagi, ia menegaskan bahwa motivasi ialah kunci kesuksesan.
“Bicara tren bagus di Malang, sebetulnya bukan cuma di Malang. Solo pun kami punya tren bagus. Kunci tren bagus itu motivasi, bukan tempat. Di mana pun itu, kami punya motivasi memenangi pertandingan. Memang, ada kedekatan emosional dengan Malang karena Arema dan Persija cukup dekat,” tambah Andritany
“Bagi saya, di mana pun harus ada motivasi meski sekarang tanpa hadirnya penonton,” tutupnya.
(Ramdani Bur)