Cavani Dibayangi Kegagalan Pemain Depan Amerika Selatan di Manchester United

Ramdani Bur, Jurnalis
Minggu 04 Oktober 2020 09:41 WIB
Cavani bersama anak dan istrinya. (Foto: Twitter/@ECavaniOfficial)
Share :

MANCHESTER – Kencang dikaitkan dengan pemain muda seperti Jadon Sancho (Borussia Dortmund) dan Ousmane Dembele (Barcelona), manajemen Manchester United akhirnya hanya mendatangkan pemain uzur bernama Edinson Cavani. Dibilang uzur karena untuk ukuran pesepakbola, Cavani sudah tak muda lagi yang mana berusia 33 tahun.

Untuk mendapatkan Cavani, manajemen Man United tidak perlu mengeluarkan uang transfer, mengingat penyerang berjuluk El Matador itu sedang tak terikat dengan klub mana pun. Rencananya, Man United mengontrak Cavani selama dua tahun dengan bayaran 10 juta euro atau sekira Rp174,4 miliar per tahun.

(Cavani diumumkan sebagai pemain Man United hari ini)

Benar, urusan mencetak gol jangan ragukan ketajaman Cavani di masa jayanya. Cavani tercatat pernah menjadi top skor Liga Italia 2012-2013, Liga Prancis 2016-2017 dan 2017-2018.

Namun, Cavani datang ke Liga Inggris tidak dalam usia yang kompetitif. Ditambah lagi, pemain-pemain depan asal Amerika Selatan kerap gagal saat berkarier di Manchester United.

Beberapa pemain asal Amerika Selatan yang gagal bersama Man United adalah Diego Forlan, Angel Di Maria, Radamel Falcao dan Alexis Sanchez. Forlan yang berpaspor Uruguay gagal total bersama Man United. Tercatat selama 2,5 tahun membela Man United, Forlan cuma mengemas 17 gol dari 98 pertandingan di semua kompetisi.

BACA JUGA: Cavani Gabung, Ini 5 Pemain Amerika Selatan yang Gagal di Manchester United

Melihat dirinya tak memiliki masa depan bersama Man United, Forlan pindah ke Villarreal pada musim panas 2004. Dari sinilah karier Forlan menanjak. Ia dua kali merebut sepatu emas Eropa pada 2004-2005 ketika membela Villarreal dan 2008-2009 bareng Atletico Madrid. Selain itu, Forlan juga menyabet gelar pemain terbaik Piala Dunia 2010.

 

Kemudian ada Di Maria yang diboyong Man United dari Real Madrid seharga 75 juta euro atau setara Rp1,3 triliun pada musim panas 2014. Akan tetapi, Di Maria gagal membayar harga mahal itu. Dari 32 penampilan di semua ajang, Di Maria hanya mengemas empat gol. Alhasil, ia pun dilepas ke Paris Saint-Germain (PSG) semusim kemudian.

(Di Maria gagal total bersama Man United)

Selanjutnya juga di musim panas 2014, Man United meminjam Radamel Falcao dari AS Monaco. El Tigre –julukan Falcao– datang dengan status salah satu penyerang terbaik dunia. Buktinya, Falcao tercatat sebagai top skor Liga Eropa sebanyak dua kali, tepatnya pada 2010-2011 dan 2011-2012.

Namun, status di atas tidak menjamin Falcao tampil gemilang bersama Man United. Dari 29 penampilan, Falcao hanya mengemas empat gol di sepanjang musim 2014-2015. Alhasil, Falcao tidak dipermanenkan manajemen Man United pada musim panas 2014.

Bagaimana dengan Sanchez? Dari 45 pertandingan, Sanchez cuma mengoleksi lima gol. Alhasil, Sanchez dilepas ke Inter Milan dengan status pinjaman pada musim panas 2019, hingga akhirnya dipermanenkan semusim kemudian.

Karena itu, Cavani menunjukkan kelayakan dirinya diboyong klub sebesar Man United. Jangan sampai cap buruk pemain depan Amerika Selatan yang gagal bersama Man United diteruskan Cavani.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya