LISBON – Kondisi tidak ideal di lini depan memaksa Paris Saint-Germain (PSG) mau tidak mau bergantung pada Mauro Icardi pada laga kontra Atalanta, Kamis 13 Agustus 2020 dini hari WIB. Apalagi, penyerang asal Argentina itu punya pengalaman dan rekor bagus melawan La Dea.
Cederanya Kylian Mbappe membuat Les Parisien terancam pincang di lini depan. Pemain berpaspor Prancis itu mengalami cedera engkel usai dihantam tekel keras oleh Loic Perrin pada laga Final Coupe de France kontra Saint-Etienne, 25 Juli 2020.
Dari diagnosa awal, Kylian Mbappe diprediksi absen selama tiga pekan. Namun, sang pemain sudah terlihat berlatih bersama rekan setimnya, Selasa 11 Agustus 2020 malam WIB di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal. Ada kemungkinan ia akan dilibatkan dalam pertandingan.
Baca juga: Atalanta vs PSG, Tuchel Beri Sinyal Mbappe Dimainkan
Pelatih PSG, Thomas Tuchel, sudah memberi sinyal akan memainkan Kylian Mbappe, entah sebagai cadangan mau pun starter. Namun, tumpuan harapannya ada di pundak Mauro Icardi. Apalagi, ia paling berpengalaman dibandingkan yang lain saat menghadapi Atalanta.
“Dengan cederanya Kylian dan absennya Edinson Cavani, sangat penting baginya (Icardi) untuk bermain bagus serta menunjukkan kepribadiannya,” papar Thomas Tuchel dalam konferensi pers jelang laga, dilansir dari Football Italia, Rabu (12/8/2020).
“Buat saya, dia adalah pemain yang tidak punya rasa takut, yang selalu mencetak gol, yang selalu bisa Anda percaya secara taktik. Ini adalah momen baginya untuk menunjukkan kemampuan guna membawa kami ke semifinal,” sambung arsitek tim berpaspor Jerman itu.
Kinerja Mauro Icardi memang tengah mengilap bersama PSG sepanjang satu musim terakhir. Pemain berusia 27 tahun itu mengemas 20 gol dan empat assist dalam 33 penampilan di semua kompetisi. Khusus di Liga Champions 2019-2020, suami dari Wanda Nara itu sudah mengukir lima gol.
Rekornya melawan Atalanta semasa membela Sampdoria dan Inter Milan di Liga Italia juga cukup bagus. Dari 13 perjumpaan di Serie A, Mauro Icardi tercatat menang dan kalah empat kali, sisanya imbang. Ia mampu menjebol gawang Gli Orobici sebanyak tujuh kali dari 13 laga tersebut.
Masalah bagi Thomas Tuchel sebetulnya bukan soal ketajaman Mauro Icardi, melainkan siapa yang akan menjadi duetnya di lini depan. Sang pelatih diketahui gemar memakai formasi dasar 4-4-2. Selama ini, ia mengandalkan duet Mauro Icardi dan Kylian Mbappe sebagai penyerang kembar.
Pria berusia 46 tahun itu bisa menurunkan Pablo Sarabia atau Eric Maxim Choupo-Moting jika kukuh memakai formasi 4-4-2. Andai mengubah formasi menjadi 4-3-3 seperti di laga kontra Olympique Lyon, Thomas Tuchel harus mencari siapa yang menempati posisi winger kanan seturut absennya Angel Di Maria.
(Ramdani Bur)