PSSI kemudian melebur Galatama dengan Liga Indonesia pada 1994. Sejumlah klub swasta seperti Arema, diadu dengan klub-klub perserikatan seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung. Pada perkembangannya, hanya Arema Indonesia saja yang bisa bertahan dari klub eks Galatama.
Sekadar informasi, klub-klub Galatama diproyeksikan untuk profit alias untung secara keuangan. Finansial klub dikelola mandiri oleh pemilik atau yayasan, beda dengan perserikatan yang kala itu masih didanai oleh pemerintah daerah (pemda) atau pemerintah kota (pemkot).
Karena statusnya sebagai klub swasta, Arema pun beberapa kali berganti nama. Ketika awal berdiri, namanya PS Arema Malang (1987-1995). Setelah pengelolaan diserahkan kepada Bentoel, namanya kemudian berganti menjadi PS Arema Bentoel (1995-2009).
Perubahan nama kembali terjadi pada 2009 menjadi Arema Indonesia FC (2009-2013), lalu menjadi Arema Cronus FC (2013-2016), dan terakhir Arema FC yang kita kenal sekarang. Sejak berdiri hingga sekarang, Arema beberapa kali meraih gelar juara.
Titel pertama diraih pada kompetisi Galatama pada 1992-1993. Ketika era Liga Indonesia, Arema FC tercatat dua kali meraih gelar juara Piala Indonesia pada 2005 dan 2006. Sementara juara liga, hanya sekali saja mampir ke Kota Malang pada gelaran Liga Super 2009-2010.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)