Keuntungan kedua versi Robin Gosens adalah kesatuan. Menurut pemain asal Jerman itu, PSG diberkahi dengan pemain-pemain bertalenta yang bisa menentukan jalannya laga. Namun, mereka kerap bermain tidak sebagai sebuah unit.
“Yang kedua, kami bergerak seirama sebagai sebuah tim. PSG punya banyak pemain top yang bisa menentukan pertandingan dengan satu pergerakan individu, tetapi mereka bukan sebuah kesatuan,” imbuh pria berusia 26 tahun itu.
Pergerakan secara harmonis dalam kesatuan memang menjadi rahasia permainan atraktif Atalanta racikan Gian Piero Gasperini. Robin Gosens menerangkan, gaya bermain seperti itu mustahil bisa tercipta tanpa latihan fisik yang kejam sekaligus intens.
“Jika Anda tidak punya cukup banyak udara di paru-paru, Anda tidak bisa memainkan gaya sepakbola kami, yang butuh kerja keras dan berisiko. Jika kami tidak bermain, kami akan melakukan latihan fisik. Namun, kami juga dilatih untuk memainkan bola,” tutup pria kelahiran Emmerich itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)