SEMARANG – Stadion Jatidiri yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus dibenahi. Tempat ini memadukan tiga hal, yakni olahraga, budaya, dan penghijauan yang digadang-gadang menjadi stadion termegah ketiga di Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Jakabaring, Palembang.
Stadion berkapasitas 45 ribu single seat itu terdiri dari tiga lantai tribun dan ditunjang dua lift. Untuk eksterior dan interiornya, stadion ini memiliki desain yang merepresentasikan budaya Jawa. Stadion itu menggunakan rumput Italia dan ditunjang lampu yang persis dipakai di SUGBK.
BACA JUGA: Hampir Final, Stadion Jatidiri Disulap Lebih Megah dari Jakabaring
Saat ini, pembangunan Stadion Jatidiri telah merampungkan tahap keempat yang meliputi atap stadion, aluminium composite panel (ACP), trek lintasan atletik standar Intenational Association of Athletics Federations (IAAF), dan mecanical electric. Secara total, stadion yang menyerap anggaran mencapai Rp1,1 triliun itu bakal rampung akhir 2020.
"Kita melihat perkembangan pembangunan GOR Jatidiri yang publik banyak menunggu. Dengan segala banyak ceritanya dan perkembangannya sangat menarik, sangat bagus. Untuk joging track seperti ini katanya di Indonesia ada tiga, di GBK, Jatidiri, dan Papua. Ternyata membuatnya tidak gampang," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengecek pengerjaan lintasan atletik di Stadion Jatidiri, Jumat (13/12/2019).