MALANG - Manajemen Arema FC berencana melakukan pergantian apparel jersey pasca-macetnya persediaan jersey dari awal kesepakatan. Manajer Bisnis Arema FC Yusrinal Fitriandi, menyatakan manajemen mengaku kecewa kepada apparel pemasok mereka yakni, Munich X.
Sebab, kebutuhan jersey original sebagaimana dijanjikan apparel asal Spanyol itu belum juga dipenuhi. "Intinya mereka belum memenuhi semua kebutuhan tim dan menurut kami wanprestasi. Dari kebutuhan tim utama saja baru 80 persen, yang junior malah belum," ujar Yusrinal, pada Senin (29/7/2019).
Macetnya suplai dari apparel tersebut membuat manajemen mengalami penurunan penjualan jersey original hingga 50 persen pada putaran pertama. "Penjualan kami 50 persen dari jersey, kalau jersey tidak tersedia kami harus menggenjot pemasukan yang lain. Kami menargetkan penjualan jersey di angka 30 ribu, tapi sekarang baru 200 saja yang bisa kami jual," keluhnya.
BACA JUGA: Persib Tanpa Dua Pemain Asing, Arema FC Enggan Anggap Remeh Lawan
Manajemen Singo Edan –julukan Arema– sendiri telah melayangkan dua kali somasi ke apparel Munich X terkait keterlambatan persediaan stok jersey tersebut.