BANDUNG - Persib Bandung merupakan salah satu tim paling sepuh di Indonesia. Klub berjuluk 'Maung Bandung' itu sudah berdiri sejak 1933. Bahkan, cikal-bakal Persib sudah ada beberapa tahun sebelumnya dengan nama berbau Belanda.
Terhitung mulai 2009, Persib pun menjadi klub profesional yang benar-benar terlepas dari pendanaan APBD. Bahkan, Persib jadi pelopor klub profesional di Indonesia dengan pengelolaan swasta yang benar-benar mandiri. Persib pun jadi percontohan bagi klub lain.
Secara perlahan, Persib melakukan berbagai pembenahan di bawah pengelolaan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Salah satunya, Persib kini sudah memiliki kantor yang berlokasi di Jalan Sulanjana, Kota Bandung.
Selain berfungsi sebagai kantor, gedung itu juga memiliki fungsi lain. Kafe yang benar-benar bernuansa Persib dibuat di lantai. Sebuah merchandise store pun ada di lantai dua. Sedangkan lantai tiga menjadi area perkantoran bagi staf Persib.
BACA JUGA: Rekor Persib Tak Terkalahkan dalam 7 Laga Dihancurkan Mitra Kukar
Ke depan, rencananya bahkan akan ada museum di salah satu titik. Museum itu akan menjadi 'gudang' sejarah Persib dari masa ke masa.
Direktur PT PBB Teddy Tjahjono pun mengungkap misi besar Persib ke depan. Persib ingin memiliki sebuah komplek yang dikhususkan untuk area latihan. Sebuah lahan pun sudah dimiliki Persib di kawasan Gedebage, Kota Bandung.
"Luasnya sekitar 10 hektare," kata Teddy, Senin (13/8/2018).
(Teddy Tjahyono Direktur PT PBB. Foto: Oris Riswan/Okezone)
Untuk memiliki lahan seluas itu, ia mengaku tidak mudah. Butuh waktu cukup lama untuk membeli sedikit demi sedikit lahan yang merupakan milik warga sehingga bisa jadi satu area luas milik Persib.
Rencananya, lahan itu akan menjadi area latihan seperti klub-klub Eropa. Total, akan ada tiga lapangan khusus untuk berlatih, dengan klasifikasi menggunakan rumput biasa dan rumput sintetis.
Selain itu, akan ada berbagai fasilitas pendukung lainnya, termasuk untuk sisi komersial. "Nanti ada kantor, area komersial, media room, tempat gym, tempat treatment, dan lain-lain," jelas Teddy.
Untuk percontohan komplek latihan tersebut, ia mengaku tidak secara khusus meniru salah satu klub Eropa. Sebab, secara umum, klub-klub Eropa memiliki fasilitas seperti itu.
"Banyak sih di luar negeri (yang bisa jadi contoh), karena mereka hampir semua begitu (memiliki faslitas komplek latihan)," tuturnya.
Rencananya, proses pembangunan lahan akan dimulai tahun depan. Secara bertahap, proses pembangunan akan dilakukan hingga benar-benar menjadi area latihan yang benar-benar berkelas seperti klub Eropa.
"Kalau kita bisa membangun fasilitas latihan, mungkin menjadi yang pertama di Indonesia. Setahu saya (di Indonesia) tidak ada klub lain yang punya tempat latihan sendiri (milik klub)," ungkap Teddy.
(Skuad Persib saat melakoni latihan. Foto: Oris Riswan/Okezone)
Akan tetapi, ia belum memastikan kapan area yang dimaksud akan benar-benar selesai. Yang pasti, semuanya akan dikerjakan secara bertahap.
Untuk biaya, ia tidak mau buka-bukaan. Tapi,untuk pembebasan lahan saja dibutuhkan dana yang sangat besar. "Mahal banget biayanya, makanya pelan-pelan," ujar Teddy.
Sementara untuk stadion, sejauh ini Persib masih berencana menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai markasnya. Stadion itu merupakan milik Pemkot Bandung.
Persib belum memiliki rencana untuk membangun stadion sendiri. Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk membangun stadion akan sangat besar. Sehingga, fokus 'Maung Bandung' saat ini adalah mengedepankan membangun komplek latihan.
(Ramdani Bur)