Pria 38 tahun itu tidak memungkiri bahwa tujuan utamanya mendaftarkan anaknya ke SOBP adalah agar membuat sang anak menjadi seorang pesepakbola profesional. Akan tetapi, Budiyono menerangkan kalau itu tidak hanya keinginannya seorang saja, melainkan juga impian dari anaknya yang ingin menjadi seorang gladiator lapangan hijau.
“Kalau bagi orangtua, kami hanya bisa mengikuti keinginan atau cita-cita anak. Alasan saya menyekolahkan anak di sini, pertama saya lihat dari programnya, programnya sudah jelas. Contohnya yang terjadi pada hari ini, para orang tua dikumpulkan untuk melakukan gathering,” ujar Budiyono, ketika ditemui di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin (30/4/2018).
(Foto: Hendry Kurniawan/Okezone)
“Artinya, penyampaian tidak hanya diakukan terhadap anak-anak kita yang ada di lapangan saja, tapi orangtua juga dikumpulkan oleh pengurus di sini, diberi pengetahuan mengenai sistem pembelajaran yang ada di sini,” lanjutnya.
“Keinginan anak saya masuk sekolah sepakbola pertama karena melihat temannya yang muncul di televisi. Namun, selain itu kalau dilihat anak saya juga alhamdulillah memiliki bakat main bola. Sebelum ke sini, saya sudah mengecek ke SSB lain, dari situ kita bisa lihat programnya seperti apa, pola pengajarannya seperti apa, dari pelatihnya seperti apa,” tandas Budiyono.
(Ramdani Bur)