BANJARMASIN – Dewasa ini semakin banyak sekolah sepakbola (SSB) yang bermunculan di Indonesia. Hal tersebut tentunya tak lepas dari perkembangan dunia olahraga, utamanya sepakbola, sehingga membuat banyak generasi muda yang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang atlet profesional.
Salah satu sekolah sepakbola yang sekarang ini cukup mencuri perhatian adalah Sekolah Olahraga Barito Putera (SOBP) yang berada di wilayah Kalimantan Selatan. Dapat dilihat dari namanya bahwa sekolah sepakbola ini merupakan bagian dari tim PS Barito Putera, yang saat ini berkompetisi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, yakni Liga 1 2018.
(Foto: Hendry Kurniawan/Okezone)
SOBP berdiri sejak 2015 dan saat ini telah hadir di empat kabupaten/kota, yaitu di Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala. Berbeda dengan sekolah sepakbola pada umumnya, SOBP justru lebih memfokuskan diri pada perkembangan karakter anak ketimbang mengejar kemenangan dan prestasi semata.
Baca juga: Bikin Sekolah Olahraga Jadi Cara Barito Putera Kembangkan Potensi Anak Usia Dini
Filosofi yang dianut oleh SOBP serta program pembelajaran yang ditawarkan oleh mereka nyatanya menyedot cukup banyak perhatian dari para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sana. Adalah Budiono, salah satu orang tua siswa yang mengaku senang dengan program yang dimiliki oleh SOBP, sehingga tak ragu mendaftarkan anaknya di sekolah sepakbola tersebut.
Budiono menerangkan bahwa di SOBP, setiap tiga bulan sekali selalu diadakan Parents Gathering, yang mempertemukan antara oran tua murid dengan pihak SOBP untuk membahas perkembangan dan kemajuan para siswa. Hal tersebut dinilainya sebagai sesuatu yang bagus untuk terus memantau perkembangan anak-anak.
Pria 38 tahun itu tidak memungkiri bahwa tujuan utamanya mendaftarkan anaknya ke SOBP adalah agar membuat sang anak menjadi seorang pesepakbola profesional. Akan tetapi, Budiyono menerangkan kalau itu tidak hanya keinginannya seorang saja, melainkan juga impian dari anaknya yang ingin menjadi seorang gladiator lapangan hijau.
“Kalau bagi orangtua, kami hanya bisa mengikuti keinginan atau cita-cita anak. Alasan saya menyekolahkan anak di sini, pertama saya lihat dari programnya, programnya sudah jelas. Contohnya yang terjadi pada hari ini, para orang tua dikumpulkan untuk melakukan gathering,” ujar Budiyono, ketika ditemui di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Senin (30/4/2018).
(Foto: Hendry Kurniawan/Okezone)
“Artinya, penyampaian tidak hanya diakukan terhadap anak-anak kita yang ada di lapangan saja, tapi orangtua juga dikumpulkan oleh pengurus di sini, diberi pengetahuan mengenai sistem pembelajaran yang ada di sini,” lanjutnya.
“Keinginan anak saya masuk sekolah sepakbola pertama karena melihat temannya yang muncul di televisi. Namun, selain itu kalau dilihat anak saya juga alhamdulillah memiliki bakat main bola. Sebelum ke sini, saya sudah mengecek ke SSB lain, dari situ kita bisa lihat programnya seperti apa, pola pengajarannya seperti apa, dari pelatihnya seperti apa,” tandas Budiyono.
(Ramdani Bur)