AREMA FC telah mengontrak 26 nama pemain untuk mengarungi musim kompetisi 2018. Dari nama - nama tersebut terdiri dari kombinasi pemain muda dan pemain senior. Namun, jelas pemain-pemain senior akan lebih dijadikan andalan agar Arema meraih hasil maksimal musim ini. Siapa saja pemain senior yang berpotensi membawa Arema berjaya?
Berikut 5 pemain Arema FC yang paling berpengalaman:
5. Dendi Santoso
(Foto: Istimewa)
Sepeninggal Ahmad Bustomi, sosok Dendi merupakan salah satu pemain senior asli Malang. Perannya di posisi sayap Arema cukup vital dari musim ke musim. Di musim 2018, selain diprediksi menjadi bagian skuad inti Arema FC ia juga mengemban 'pangkat' menjadi kapten tim baru usai hengkangnya Bustomi.
Ditunjuknya pria kelahiran 27 tahun lalu sebagai kapten oleh Pelatih Arema FC Joko Susilo bukan sebuah hal yang mengherankan. Ia menjadi salah satu pemain asli didikan Kota Malang di skuad utama Arema FC. Bahkan dari penampilan gemilangnya, ia sempat membela Timnas Indonesia U-23 dan senior. Di usia emasnya, bukan tak mungkin ia akan menjadi panutan para pemain yang lebih muda dalam hal permainan dan kepemimpinannya di luar dan dalam lapangan.
4. Ahmad Johan Alfarizi
Merupakan salah satu kekuatan di lini belakang Arema FC, posisinya sebagai bek sayap kiri nyaris tak terganti. Selain mahir di posisi bek sayap, dirinya juga bisa mengisi posisi sebagai stopper.
Ketenangannya menghalau serangan diakui kawan dan lawan. Bahkan ia sempat mencicipi kostum Timnas senior Indonesia saat diasuh Alfred Riedl pada 2016.
Di musim 2018, ia diprediksi ia menjadi pemeran utama di lini belakang Arema FC. Kombinasinya dengan Arthur Da Cunha, Bagas Adi Nugrooa, maupun Purwaka Yudhi bisa menjadi jaminan keamanan bagi penjaga gawang. Ia juga menjadi salah satu putra daerah asli Malang yang ada di tim kebanggaan masyarakat Kota Apel tersebut.
3. Hendro Siswanto
(Foto: Istimewa)
Cepat, kuat, dan energik. Itulah tiga kata kunci menggambarkan permainan Hendro Siswanto dalam perannya mengawal lini tengah Arema FC.
Acap kali diplot sebagai gelandang 'pengangkut air', menjadikan pria kelahiran Tuban, 12 Maret 1990 ini menjadi salah satu pilihan utama pelatih. Dengan kemampuannya, diprediksi Hendro akan menjadi pilihan utama sang pelatih Joko Susilo, meski sang juru taktik tak menjanjikan satu tempat inti kepada semua pemain.
Bila dimainkan, bukan tak mungkin ritme permainan Arema FC menjadi dinamis. Umpan-umpannya dapat menghubungkan lini belakang dan lini depan Arema FC.
2. Juan Revi Auriqto
(Foto: Istimewa)
Salah satu pemain senior yang memiliki versatilitas alias kemampuan menempati beberapa posisi. Hal ini tentu amat menguntungkan bagi pelatih, bila memiliki pemain yang demikian.
Pemain kelahiran Surabaya, 4 Juni 1986 menjadi salah satu dari beberapa pemain yang cakap bermain di beberapa posisi. Tercatat ia pernah bermain sebagai bek tengah, bek sayap kiri dan kanan, meski berposisi asli sebagai gelandang bertahan.
Karakternya keras, tak berkompromi, dan cepat menjadikan ia bagai benteng pertama tim saat mendapatkan serangan balik lawan. Di Arema FC sendiri ia baru saja didatangkan dari Persela Lamongan. Meski demikian, Malang bukanlah kota asing baginya.
Ia sempat mengawal karier juniornya di Persema U-18 kemudian berlanjut di Persikoba Kota Batu. Bahkan ia pernah memperkuat Arema Indonesia dua kali yakni pada musim 2009 hingga 2011 dan 2013 hingga 2016. Meski tak lagi muda, pengalaman dan ketenangannya diperlukan Singo Edan dalam membimbing para pemain yang lebih muda.
1. Purwaka Yudhi
(Foto: Istimewa)
Menjadi salah satu pemain belakang yang berpengalaman di Indonesia. Ketenangan dan kekukuhannya dalam mengawal lini belakang tim tak perlu diragukan lagi.
Hal itu pulalah yang menjadikan pemain kelahiran Provinsi Bandar Lampung, 33 tahun lalu itu acap kali melanglang buana ke beberapa tim di Indonesia, Persekabpas Pasuruan, Deltras Sidoarjo, Gresik United, hingga Persib Bandung, menjadi tim - tim yang pernah ia bela. Seragam Timnas senior pun pernah ia rasakan.
Di Arema FC, meski tak mendapat status pemain inti diprediksi ia tetap menjadi panutan pemain muda lainnya di lini belakang Singo Edan macam Bagas Adi, Junda Irawan, M. Zaenuri, hingga Syaiful Indra Cahya. Terlebih Joko Susilo mengisyaratkan membutuhkan sosok pemain belakang yang berpengalaman untuk mengawal lini belakang Arema FC hingga ia didatangkan dari Persib Bandung musim 2018 ini.