Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Pesepakbola Top Dunia yang Sering Jadi Korban Rasisme, Nomor 1 Vinicius Junior

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Rabu, 25 Februari 2026 |13:09 WIB
5 Pesepakbola Top Dunia yang Sering Jadi Korban Rasisme, Nomor 1 Vinicius Junior
Vinicius Junior (tengah) jadi korban rasisme di laga Benfica vs Real Madrid. (Foto: Instagram/realmadrid)
A
A
A

SEPAK bola dunia kembali ternoda oleh rentetan insiden pelecehan rasial yang menimpa para bintang lapangan hijau. Meski kampanye anti-rasisme terus digelorakan, serangan baik dari tribun stadion, pemain, maupun media sosial masih menjadi momok bagi para pesepakbola.

Berdasarkan laporan terbaru, setidaknya ada lima pesepakbola top yang kerap menjadi sasaran rasisme. Penasaran siapa saja?

Berikut 5 Pesepakbola Top Dunia yang Sering Jadi Korban Rasisme, Mengutip dari Vanguard:

1. Vinicius Junior (Real Madrid/Brasil)

Vinicius Jr merayakan gol yang dicetkanya di laga Benfica vs Real Madrid (Foto: Real Madrid)
Vinicius Jr merayakan gol yang dicetkanya di laga Benfica vs Real Madrid (Foto: Real Madrid)

Winger andalan Real Madrid ini menjadi simbol perlawanan terhadap rasisme di sepak bola modern. Sepanjang delapan tahun kariernya di Spanyol, tercatat ada sedikitnya 20 kasus dugaan pelecehan rasial yang ia alami.

Insiden terbaru terjadi dalam laga leg pertama playoff babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 melawan Benfica, di mana Vinicius menuduh Gianluca Prestianni melontarkan cacian rasial kepadanya. Meski Prestianni membantah, rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, mengaku mendengar istilah rasis tersebut diucapkan sebanyak lima kali.

Kasus Vinicius di masa lalu bahkan telah menghasilkan vonis pidana penjara bagi para pelakunya di Spanyol.

2. Bukayo Saka (Arsenal/Inggris)

Bukayo Saka mencetak satu gol di laga Arsenal vs Leeds United
Bukayo Saka mencetak satu gol di laga Arsenal vs Leeds United

Bintang muda Inggris ini mengalami serangan rasisme yang sangat masif di media sosial setelah gagal mengeksekusi penalti pada final Euro 2020. Serangan berupa ejekan dan cercaan rasial tersebut memicu kecaman luas dari otoritas sepak bola dunia dan memaksa pihak kepolisian melakukan serangkaian penangkapan.

3. Marcus Rashford (Barcelona/Inggris)

Marcus Rashford. (Foto: Instagram/fcbarcelona)
Marcus Rashford. (Foto: Instagram/fcbarcelona)

Senasib dengan Saka, Marcus Rashford juga menjadi korban ujaran kebencian setelah kekalahan Inggris di final Euro 2020. Rashford menerima gelombang penghinaan yang tidak hanya menyerang performanya, tetapi juga warna kulitnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement