Momen Spesial Para Legenda Persib ISL 2014

Oris Riswan, Jurnalis
Selasa 08 November 2016 04:13 WIB
Persib sukses jadi kampiun ISL 2014. (Foto: KORAN SINDO/Adam Erlangga)
Share :

BANDUNG - Para pemain yang pernah mengantarkan Persib Bandung menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2014 jelas akan menjadi legenda di hati Bobotoh. Sebab mereka mengakhiri dahaga gelar Bobotoh selama kurun 19 tahun.

Meski sejumlah pemain kini tak lagi menjadi bagian Persib, mereka akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah. Seolah sudah menjadi tradisi, Bobotoh tidak pernah melupakan siapapun yang pernah membawa Persib menjadi juara.

Tidak hanya bagi Bobotoh, momen juara ISL 2014 juga cukup membekas dalam diri para pemain, baik yang saat ini masih di Persib maupun sudah berlabuh di klub lain. Hal itu terlihat dari postingan mereka di akun Instagram pada Senin 7 November 2016.

"Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya di momen tersebut. 2thn lalu 7-11-2014," kata Taufiq melalui akun @taufiqpersib.

Hal serupa juga diungkapkan I Made Wirawan. Ia ingin kembali mengulang momen juara bersama 'Maung Bandung'.

"Momen yg tak terlupakan n yg plg ingin sy ulang kembali, juara ISL 2014," tulis Made dalam postingan foto momen penalti dan saat membawa piala.

Achmad Jufriyanto yang kini berkostum Sriwijaya FC juga tetap menyimpan respek besar pada tim yang pernah dibawanya menjadi juara. Tapi secara khusus ia mengungkap rasa syukur bisa bermain dengan Firman Utina, Supardi Nasir, dan M Ridwan.

Itu terlihat dari postingan fotonya saat momen final ISL 2014. Ia membuat kolase foto selebrasi dan foto momen bersama ketiga rekannya itu.

"TBT 7-11-2014, Saya hanya beruntung bermain dengan para pemain terbaik," ungkap Jupe, sapaan akrabnya.

Abdurahman yang saat ini memperkuat Bali United juga ikut mengunggah salah satu momen terindah dalam hidupnya yaitu saat memegang piala ISL. Ia pun membubuhi foto itu dengan tulisan "Today 2 years a go in stadium jakabaring palembang (7-11-2014)".

Sementara itu, Made mengaku rasa bahagia dan haru dua tahun lalu tidak hanya dirasakan di lapangan. Ketika tiba di Bandung, ia juga merasakan hal sama. "Saya merinding kalau ingat momen waktu tiba di Bandung saat itu," ucapnya.

Saat itu, Made melihat bagaimana antusiasme Bobotoh menyambut para pemain Persib seperti pahlawan. Bahkan saat konvoi, ia menangis melihat seorang kakek terus berlari di samping bus Persib sambil berteriak mengucapkan 'terima kasih' dan 'Persib juara'.

Asisten pelatih Herrie Setiawan mengungkap rasa bahagia dua tahun lalu sangat wajar dirasakan pemain, tim pelatih, terutama Bobotoh. Sebab penantian mereka sudah cukup lama.

"Itu sangat berkesan sekali karena butuh 19 tahun untuk menjadi juara lagi. Mudah-mudahan kita ke depan terus berprestasi dalam setiap ajang," tutur Herrie.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya