GRESIK - Penampilan Persegres Gresik masih membuat supporter Ultras menahan nafas. Bagaimana tidak, di pertandingan kedua kontra Persidafon Dafonsoro di Stadion Tri Dharma, Gresik, Selasa (15/1), tuan rumah dipaksa bekerja ekstra keras.
Dengan susah payah, Persegres akhirnya memangi laga dengan skor tipis 2-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu. Di paruh pertama Gustavo Chena dkk bermain serba salah dan dikejutkan gol Eduard Ivakdalam menit ke-18. Namun Persegres akhirnya mampu bangkit di 45 menit kedua.
Secara umum tuan rumah sangat mendominasi permainan dengan terus menekan pertahanan Persidafon. Upaya Persegres baru terlihat di babak kedua dan mampu memecah kebuntuan dengan dua gol, masing-masing dicetak Aldo Baretto menit 51 dan Park Chul Hyung menit 79.
Gol Aldo Baretto melalui tandukan layak disebut kunci kemenangan tim berjuluk Laskar Joko Samudro. Bagaimana pun gol tersebut pemecah kebuntuan sekaligus memantik motivasi dan semangat tim asuhan Suharno yang nyaris frustrasi karena belasan peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Di laga yang keras dan berbuntut enam kartu kuning, Persidafon lebih bermain negatif dan tidak berani meladeni permainan Persegres secara terbuka. Skenario Eduard Ivakdalam dkk melalui serangan balik sangat efektif di babak pertama, hingga lahirnya gol dari kaki sang kapten.
Namun Persegres yang mendapat suntikan motivasi di ruang ganti, akhirnya menjadi pihak yang tertawa setelah laga. Pelatih Persegres Gresik Suharno mengakui di babak pertama timnya terlalu terburu-buru dan terlalu bernafsu mencetak gol.
“Kami kurang tenang, lawan juga rapi di pertahanan. Saat istirahat saya katakan bahwa permainan harus meningkat lagi dan butuh kesabaran. Syukurlah pemain bisa menerjemahkan itu dan kami bisa meraih tiga angka. Secara umum kami memang belum stabil,” ucap Suharno selepas laga.
Suharno juga mengacungi jempol striker Aldo Baretto yang berkontribusi vital pada kemenangan timnya di dua laga. “Dia mencetak gol dan itu menggembiarakan. Tapi saya berharap tim ini juga bisa mencetak gol lebih banyak gol dari pemain lain,” urainya.
Sementara, Pelatih Persidafon Erenst Pahelerang kecewa timnya tidak bisa mempertahankan keunggulan di babak pertama. Dia menilai pemainnya cepat panik di babak kedua, terutama saat Persegres terus meningkatkan tempo permainan dan intensitas serangan.
“Harusnya kami tetap tenang menghadapi tekanan Persegres. Kami sudah berupaya maksimal dan membuahkan hasil di babak pertama. Sayang itu harus hilang di babak kedua karena kami tidak cukup solid untuk menjaga permainan seperti babak pertama,” cetusnya.
Bagi Persidafon, kekalahan ini membuat mereka pulang ke Papua tanpa sebiji angka pun. Sebelumnya tim berjuluk Gabus Sentani juga dikalahkan Arema Cronous 5-2. Tampaknya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan Erenst Pahelerang untuk bisa memutus kekalahan.
Sementara, bagi Persegres sendiri, kemenangan ini melejitkan ke papan atas klasemen sementara dengan enam angka hasil dua kemenangan. Kendati permainan tim kurang menjanjikan, paling tidak Laskar Joko Samudro masih bisa meraih angka maksimal.
(Muhammad Indra Nugraha)