JAKARTA - Pemain baru Persija Jakarta, Kyohei Yoshino, memiliki target untuk membawa klub berjuluk Macan Kemayoran itu juara Super League 2026-2027. Gelandang asal Jepang itu ingin menjadi bagian dari perjalanan penting Macan Kemayoran menuju momentum bersejarah klub dan Ibu Kota.
“Persija memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menjadi juara. Jakarta akan merayakan hari jadinya yang ke-500 pada 2027 dan Persija akan berusia 100 tahun pada 2028. Klub ini benar-benar ingin menjadi juara dalam periode tersebut dan saya ingin menjadi bagian dari perjalanan itu," katanya melansir laman Persija, Minggu (26/7/2026).
Ia pun mengungkap salah satu alasannya bergabung dengan Persija. "Kehadiran Coach Shin Tae-yong juga menjadi salah satu alasan saya bergabung,” kata Kyohei.
Berbekal pengalaman bermain di Jepang dan Korea Selatan, Kyohei ingin membawa kedisiplinan, kerja keras, dan profesionalisme ke dalam tim. Namun, ia juga menyadari pentingnya beradaptasi dengan budaya Indonesia serta karakter rekan-rekan barunya.
“Saya ingin membawa kedisiplinan dan kerja keras. Namun, saya juga harus beradaptasi dengan budaya Indonesia dan memahami karakter rekan-rekan satu tim. Saya ingin beradaptasi secepat mungkin, bekerja keras, dan menunjukkan kedisiplinan setiap hari,” tuturnya.
Sebagai pemain berpengalaman, Kyohei memahami kontribusinya tidak hanya diukur saat pertandingan. Ia ingin menunjukkan standar kerja tinggi dalam setiap aktivitas bersama tim.
“Saya sudah bukan pemain muda lagi. Karena itu, saya harus menunjukkan kemampuan serta profesionalisme, baik dalam latihan maupun pertandingan. Bukan hanya besok atau lusa, tetapi setiap hari saya harus berjuang dan menunjukkan kemampuan kepada rekan-rekan satu tim. Itulah tanggung jawab seorang pemain sepak bola profesional,” ucapnya.
Di luar lapangan, Kyohei merupakan sosok yang dekat dengan keluarga. Kebersamaan dengan orang-orang terdekat menjadi caranya melepaskan tekanan sekaligus mengembalikan energi setelah pertandingan.
“Setelah pertandingan, mungkin saya memiliki banyak pikiran atau merasa stres. Namun, semua itu akan hilang ketika saya menghabiskan waktu bersama keluarga. Mereka membantu saya mengisi kembali energi dan menjadi lebih kuat,” ujarnya.