Meski kecewa dengan hasil akhir, Bernardo Tavares tetap melihat sejumlah perkembangan positif dari timnya. Dia menilai Persebaya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi efektivitas penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan.
"Ada hal-hal yang saya sukai dari tim, kami menciptakan banyak peluang. Dan ada hal-hal yang tidak saya sukai, seperti kebobolan dua gol karena beberapa kesalahan individu dan kolektif yang seharusnya tidak terjadi," kata mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Bernardo Tavares juga memberikan apresiasi kepada PSIS Semarang yang mampu memberikan perlawanan sepanjang pertandingan. Namun, dia menegaskan Persebaya harus bekerja lebih keras agar lebih tajam saat memanfaatkan peluang di depan gawang.
"Saya mengapresiasi tim PSIS Semarang, saya suka cara mereka bermain melawan kami. Bagi kami, perlu bekerja lebih keras, mencoba untuk lebih akurat dalam mencetak gol. Saya pikir kami menciptakan peluang untuk mencetak empat atau lima gol lagi," tutur Tavares.
Selain penyelesaian akhir, Bernardo Tavares menyoroti pentingnya pergerakan tanpa bola dari para pemain. Menurutnya, pemain yang tidak menguasai bola harus lebih aktif membuka ruang agar rekan setim memiliki lebih banyak pilihan ketika membangun serangan.
Ia juga mengakui kondisi fisik beberapa pemain masih belum mencapai level terbaik. Meski demikian, situasi tersebut dianggap wajar mengingat Persebaya Surabaya masih berada pada fase awal persiapan menuju bergulirnya musim kompetisi 2026-2027.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.