3. Nordbord (Hamstring Testing System)
Nordic (Nordic Hamstring Exercise): cedera hamstring adalah salah satu cedera paling sering dan merugikan di sepak bola (akibat sprint intensitas tinggi). Oleh karena itu alat ini digunakan untuk memastikan otot hamstring pemain Persebaya cukup kuat menahan beban saat memanjang. Jika skor Nordic pemain rendah, tim pelatih akan memberikan menu latihan penguatan khusus sebelum pemain tersebut diturunkan dalam pertandingan resmi.
4. Human Trak (Movement Analysis System)
CMJ & Single Leg CMJ (Analisis Gerakan): Berbeda dengan Force Decks yang mengukur gaya/force, Human Trak melihat kualitas gerakan. Alat ini mendeteksi apakah saat mendarat lutut pemain menekuk ke dalam (valgus) atau posisi panggul miring. Gerakan mendarat yang salah sangat berbahaya bagi keselamatan ligamen lutut.
5. Smartspeed (Timing Gate System)
T-Test: Tes kelincahan (agility) yang mengharuskan pemain lari maju, menyamping (kiri-kanan), dan mundur membentuk huruf T. Ini mensimulasikan situasi pertandingan di mana pemain Persebaya harus cepat mengubah arah untuk membayangi lawan atau mengejar bola.
Bronco Test: Tes lari bolak-balik (jarak 20m, 40m, 60m dilakukan 5 kali berturut-turut) untuk mengukur kapasitas aerobik (VO2 Max) dan ketahanan (endurance) spesifik sepak bola. Tes ini membantu pelatih fisik melihat pemain mana yang punya kapasitas aerobik untuk mendominasi permainan selama 90 menit penuh.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.