Pemanfaatan VALD Performance di Indonesia masih tergolong baru. Ditandai dengan PSSI yang baru memperkenalkannya secara lebih luas melalui Medical Workshop yang digelar tahun ini sebagai bagian dari pengembangan sports science sepak bola nasional.
Sebenarnya, Persebaya bersama DBL Indonesia sendiri sudah lebih dulu berinvestasi pada perangkat tersebut sejak tahun lalu. Alat tersebut dihadirkan sebagai bukti nyata klub dalam membangun fondasi pembinaan dan peningkatan performa pemain berbasis data.
Berikut nama perangkat dan jenis tes yang dilakukan dengan teknologi VALD Performance:
1. Forcedecks (Dual Force Plate System)
CMJ (Countermovement Jump): mengukur daya ledak (explosive power) otot tungkai dan tingkat kelelahan sistem saraf pusat (neuromuskular). Jika tinggi lompatan atau daya yang dihasilkan menurun dari baseline, artinya pemain sedang mengalami kelelahan kronis (fatigue) dan butuh istirahat agar tidak cedera.
Squat Jump: mengukur kekuatan murni otot tanpa memanfaatkan efek pegas tubuh (tanpa countermovement). Berguna untuk melihat kemampuan akselerasi awal pemain saat mulai berlari cepat.
Single Leg Jump: mendeteksi asimetri (ketidakseimbangan) kekuatan antara kaki kanan dan kiri. Dalam sepak bola, ketidakseimbangan di atas 10-15% adalah alarm bahaya yang meningkatkan risiko cedera lutut (seperti ACL).
2. Forceframe (Strength Testing System)
Hip Adduction: mengukur kekuatan otot selangkangan (groin/adductor). Otot selangkangan yang lemah sangat rentan cedera akibat gerakan operan, tendangan keras, atau perubahan arah mendadak.
Hip Abduction: Untuk mengukur kekuatan otot pantat dan pinggul luar (Gluteus Medius & Minimus), menjaga stabilitas lutut saat landing dan cutting serta menghitung rasio kekuatan adductor vs abductor.
Knee Extension & Flexion: mengukur kekuatan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring). Rasio kekuatan keduanya harus seimbang agar sendi lutut stabil saat pemain melakukan sprint atau duel fisik.
Shoulder Internal/External Rotate & Adduction (khusus Kiper/GK): Sendi bahu kiper Persebaya harus sangat kuat dan stabil untuk melakukan penyelamatan, menepis bola keras, jatuh mendarat, atau melempar bola jauh. Tes ini memastikan otot-otot rotator cuff kiper dalam kondisi optimal dan seimbang.