BANDUNG – Tensi tinggi rivalitas klasik dalam kompetisi Super League 2025-2026 ternyata tidak langsung mereda begitu peluit panjang ditiup. Pasca-pertandingan panas yang mempertemukan Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, manajemen Pangeran Biru resmi mengambil langkah hukum tegas demi melindungi hak dan keselamatan pemainnya dari tindakan kekerasan di lapangan hijau.
Langkah ini diambil setelah manajemen Persib Bandung secara resmi mengirimkan surat bertajuk "Pelaporan Resmi Dugaan Tindak Kekerasan" yang ditujukan langsung kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Surat laporan tersebut merupakan buntut dari insiden fisik yang menimpa gelandang andalan mereka, Beckham Putra Nugraha, sesaat setelah laga yang berlangsung pada 10 Mei 2026 itu berakhir.
Dalam berkas laporan yang dikirimkan, manajemen Persib menyatakan tidak main-main karena mengantongi bukti visual yang sangat kuat. Pemilik nomor punggung 7 tersebut diindikasikan kuat menjadi korban pemukulan, di mana rekaman detiknya berhasil dihimpun tim Maung Bandung dari tiga sudut pandang kamera yang berbeda.
Bukti pertama berasal dari rekaman broadcast atau siaran langsung televisi resmi pemegang hak siar pertandingan. Senjata kedua berupa rekaman kamera internal klub dengan sudut pandang dari pinggir lapanganyang dikelola tim media Persib.
Sementara bukti pelengkap ketiga didapatkan dari rekaman eksternal yang diambil melalui sudut pandang penonton dari atas tribun.
Melalui surat tersebut, Persib Bandung mengapresiasi komitmen Komite Disiplin PSSI dalam menjaga integritas, sportivitas, serta penegakan hukum di sepak bola nasional. Namun, mereka juga menegaskan kasus dugaan pemukulan terhadap Beckham Putra ini merupakan pelanggaran serius yang patut mendapatkan perhatian khusus dari federasi.
Bagi pihak klub, insiden selepas laga ini bukan lagi sekadar friksi atau ketegangan biasa di lapangan, melainkan sebuah tindakan kekerasan.
Pihak Persib memandang kejadian ini berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pemain serta mencederai integritas kompetisi, sehingga sangat layak untuk ditinjau dan diadili lebih lanjut berdasarkan Kode Disiplin PSSI serta regulasi pertandingan yang berlaku.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.