MANCHESTER – Pertempuran papan atas Liga Inggris 2025-2026 antara Manchester City dan Arsenal di Etihad Stadium, Minggu 19 April 2026 malam WIB, menyuguhkan drama yang lebih dari sekadar skor akhir 2-1. Di balik kemenangan tipis The Citizens, terselip kisah menarik mengenai rivalitas fisik luar biasa antara Erling Haaland dan bek tengah Arsenal, Gabriel Magalhaes, yang nyaris berujung pengusiran dari lapangan.
Sepanjang laga, Gabriel mengemban tugas berat untuk mematikan pergerakan Haaland. Duel keduanya berlangsung sangat alot, bahkan diwarnai momen ikonik saat jersey Haaland robek akibat tarikan keras bek asal Brasil tersebut.
Puncaknya terjadi di menit ke-83, ketika tensi memanas setelah Gabriel menjatuhkan Haaland di tengah lapangan, yang memicu konfrontasi fisik antar kedua pemain.
Ketegangan mencapai titik didih saat Gabriel tampak melakukan gerakan menyeruduk ringan ke arah wajah Haaland. Di saat sebagian besar pemain mungkin akan memilih untuk terjatuh demi memancing kartu merah wasit, Haaland tetap berdiri tegak meski para penonton di Etihad sudah berteriak menuntut pengusiran.
Pada akhirnya, wasit hanya menghadiahi kartu kuning untuk keduanya. Mantan wasit kenamaan, Mark Halsey, menilai sikap Haaland tersebut adalah faktor utama mengapa Arsenal tetap bermain dengan 11 orang.
"Haaland secara tidak langsung membantu Gabriel lolos dari kartu merah karena ia tidak jatuh saat diseruduk. Jika Haaland sengaja menjatuhkan diri, peluang Gabriel untuk diusir sangatlah tinggi," ungkap Halsey, dikutip dari Soha, Selasa (21/4/2026).
Haaland sendiri mengakui hal tersebut dalam wawancara pascapertandingan. Penyerang yang mencetak gol kemenangan di menit ke-65 itu merasa heran mengapa dirinya juga harus menerima kartu kuning, namun ia mengonfirmasi pengamatannya terkait insiden tersebut.