8 Perbedaan Piala Eropa 2020 dengan Edisi Terdahulu, Nomor 1 Mengejutkan

Cikal Bintang, Jurnalis · Minggu 11 Juli 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 51 2438904 8-perbedaan-piala-eropa-2020-dengan-edisi-terdahulu-nomor-1-mengejutkan-B9s6bpNwRo.jpg Suasana laga Piala Eropa 2020 yang dilangsungkan di Stadion Wembley. (Foto: REUTERS)

TAK terasa pesta sepakbola terbesar di Eropa, Piala Eropa, sebentar lagi mencapai babak akhir. Rasa haru, bahagia dan tangis menjadi simfoni pengiring jalannya turnamen Piala Eropa 2020. Di partai pamungkas, ada pertarungan dua tim raksasa, yakni Italia berhadapan dengan Inggris.

Banyak hal berubah dalam kehidupan, termasuk dalam dunia sepakbola. Pada Piala Eropa kali ini, para pencinta sepakbola disuguhkan dengan hal-hal yang berbeda mulai dari jumlah tuan rumah, fase kualifikasi, dan tentu saja yang paling membedakan adalah dikuranginya jumlah penonton di beberapa venue karena pandemi Covid-19.

Infografis Italia vs Inggris

Tim Okezone membukukan setidaknya delapan catatan yang berbeda pada Piala Eropa kali ini yang harus diperhatikan para penggemar sepakbola. Berikut adalah daftar hal-hal yang menjadi pembeda Piala Eropa 2020 dengan turnamen-turnamen sebelumnya:

8, Digelar di Tengah Pandemi

Paul Pogba

(Laga Jerman vs Prancis digelar di tengah pandemi)

Tidak ada yang pernah menyangka virus berukuran sekitar 500 mikrometer bisa meluluhlantakan berbagai sistem di seluruh dunia, tak terkecuali turnamen sepakbola. Awalnya, Piala Eropa 2020 akan digelar pada tahun yang sama dengan namanya.

Akan tetapi, para pencinta sepakbola harus bersabar menunggu selama setahun sebelum akhirnya turnamen ini resmi diselenggarakan. Pada akhirnya, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) resmi mengumumkan turnamen digelar pada 12 Juni hingga 12 Juli 2021 dengan nama turnamen yang tidak berubah.

BACA JUGA: Mengenal Stadion Wembley, Venue Final Piala Eropa 2020 Italia vs Inggris

Lebih lanjut, ganasnya virus yang bernama Covid-19 membuat para penonton yang hadir di venue pertandingan diatur dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, para pemain diminta untuk tetap menjaga jarak saat berada di bangku cadangan.

7. Jumlah Venue yang Bertambah

Stadion Olimpico

(Stadion Olimpico, venue pembuka Piala Eropa 2020)

Berbeda dengan Piala Eropa sebelumnya yang hanya mengukuhkan satu negara menjadi tuan rumah, format tuan rumah kali ini diubah oleh UEFA. Sehingga kita bisa melihat 11 kota menjadi tuan rumah secara bersamaan.

Awalnya, pesta sepakbola Eropa tersebut dihelat di 12 kota. Namun, Dublin (Irlandia) kemudian dicoret dari daftar tuan rumah. Lalu, UEFA memutuskan mengganti Bilbao dengan Sevilla (Spanyol). Alhasil, 11 kota resmi menjadi tuan rumah ajang adu gengsi tim-tim Benua Biru.

Sebanyak 11 kota tersebut adalah London (Inggris), Baku (Azerbaijan), Muenchen (Jerman), Roma (Italia), Saint Petersburg (Rusia), Amsterdam (Belanda), Bucharest (Rumania), Budapest (Hungaria), Kopenhagen (Denmark), Glasgow (Skotlandia), dan Sevilla (Spanyol).

6. Bertepatan dengan Ulang Tahun Turnamen yang Ke-60

Uni Soviet

(Uni Soviet juara Piala Eropa 1960)

Turnamen ini makin terasa spesial perbedaannya karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-60 ajang adu kuat tim Eropa tersebut. UEFA memperingati ulang tahun tersebut dengan suguhan turnamen yang spesial.

Seperti yang diketahui, Piala Eropa kali ini juga merupakan ajang ke-16 setelah pertama kali digelar di Prancis pada tahun 1960. Pada turnamen pertamanya, Uni Soviet (sekarang Rusia dan beberapa negara pecahan) menjadi penyabet trofi pertama.

5. Fase Kualifikasi yang Berbeda

Timnas Makedonia Utara

(Makedonia Utara lolos ke Piala Eropa 2020 lewat jalur UEFA Nations League)

Ada yang berbeda pada fase kualifikasi sebelum resmi menjadi kontestan ada Piala Eropa kali ini. Perbedaan tersebut terletak pada sistem penyaringan untuk menentukan siapa yang layak menjadi kontestan, terkhusus pada babak playoff.

Di kualifikasi Piala Eropa 2016, ada 53 tim yang terbagi ke dalam sembilan grup berbeda. Sistemnya, posisi pertama dan kedua pada klasemen grup langsung mendapatkan tiket resmi sebagai kontestan.

Sementara, enam tiket lainnya dibagi menjadi satu tiket untuk tuan rumah, satu slot untuk peringkat tiga terbaik dari keseluruhan grup dan empat lainnya diperebutkan antara tim peringkat tiga dari grup lain yang masih tersisa melalui pertandingan playoff.

Pada kualifikasi Piala Eropa 2020, ada yang berbeda karena jumlah anggota negara UEFA bertambah menjadi 55. Karena itu, UEFA menambah satu grup sehingga total keseluruhan grup menjadi 10.

Formatnya tidak jauh berbeda dengan Piala Eropa sebelumnya, dua tim terbaik di grup berhak mendapatkan tiket langsung untuk menjadi kontestan. Sementara itu, yang berbeda adalah empat tiket lainnya diperebutkan melalui playoff UEFA Nations League yang berlangsung pada Maret 2021 silam.

4. Regulasi

Timnas Italia

(Italia bawa 26 pemain ke Piala Eropa 2020)

Perbedaan juga terletak pada jumlah pemain yang diizinkan dalam satu tim. Jika sebelumnya UEFA mengatur satu tim hanya boleh membawa 23 pemain, kali ini UEFA memperbolehkan tim memboyong 26 pemain dalam satu tim.

Lebih lanjut, turnamen kali ini merupakan pertama kalinya Piala Eropa menggunakan sistem Video Assistant Referee (VAR). Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah kinerja wasit di lapangan dalam mengambil keputusan.

Selain itu, ada aturan baru yang berkaitan dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Setiap tim diizinkan mengisolasi pemainnya jika terpapar virus tersebut. Akan tetapi, jika sisa dari yang terpapar masih berjumlah 13 pemain termasuk penjaga gawang, UEFA mengizinkan tim untuk tetap bermain.

3. Grup yang Benar-Benar Neraka

Infografis Portugal vs Prancis

(Laga Prancis vs Portugal)

Pada Piala Eropa 2016, grup neraka ada pada Grup D. Diisi oleh juara Piala Eropa dua kali berturut-turut (2008 dan 2012) yakni Spanyol tergabung bersama Kroasia, Republik Ceko dan Turki. Pada akhirnya, Spanyol dan Kroasia keluar sebagai dua tim terbaik.

Sementara itu, pada Piala Eropa 2020 kali ini, grup neraka layak disematkan kepada Grup F. Grup ini menjadi panas bahkan sebelum pertandingan antara keempat tim dimulai. Pasalnya, grup ini diisi oleh Jerman, Prancis, Portugal dan Hungaria.

Pada akhirnya, ketiga tim unggulan yakni Jerman, Prancis dan Portugal lolos ke babak 16 besar meninggalkan Hungaria sebagai juru kunci. Namun begitu, Hungaria sempat merepotkan ketiga tim raksasa tersebut.

2. Pertandingan Pertama yang Berbeda

Italia vs Turki

(Italia vs Turki, partai pembuka Piala Eropa 2020)

Ada yang berbeda kali ini pada pertandingan perdana turnamen tersebut. digelar di sebelas kota tentu menjadi kebingungan tersendiri bagi UEFA untuk menjadikan mana tim pertama yang berhak bertanding.

Pada akhirnya UEFA memutuskan alfabet grup menjadi penentu, Grup A yang diisi Italia, Turki, Wales dan Swiss akan menjadi pembuka pertandingan pertama di Piala Eropa 2020. Laga tersebut mempertemukan antara Italia dengan Turki di Stadion Olimpico, Italia.

Sebelumnya, di Piala Eropa 2016 UEFA menentukan yang berhak bertanding pertama adalah tuan rumah yakni Prancis. Saat itu, Prancis berhasil menang dari Rumania 2-1 di pertandingan pembuka di Stade de France, Prancis.

1. Wasit

Fernando Rapallini

(Fernando Rapallini berasal dari Argentina)

Ada yang berbeda pada hakim lapangan Piala Eropa 2020, yakni adanya wasit dari Amerika Selatan. Salah satu wasit dari Amerika Selatan dalah Fernando Rapallini yang berasal dari Argentina.

Sementara itu, UEFA juga menetapkan St├ęphanie Frappart dari Prancis untuk menjadi ofisial wanita pertama di Piala Eropa. Frappart bertugas sebagai wasit pendukung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini