3. Grup yang Benar-Benar Neraka

(Laga Prancis vs Portugal)
Pada Piala Eropa 2016, grup neraka ada pada Grup D. Diisi oleh juara Piala Eropa dua kali berturut-turut (2008 dan 2012) yakni Spanyol tergabung bersama Kroasia, Republik Ceko dan Turki. Pada akhirnya, Spanyol dan Kroasia keluar sebagai dua tim terbaik.
Sementara itu, pada Piala Eropa 2020 kali ini, grup neraka layak disematkan kepada Grup F. Grup ini menjadi panas bahkan sebelum pertandingan antara keempat tim dimulai. Pasalnya, grup ini diisi oleh Jerman, Prancis, Portugal dan Hungaria.
Pada akhirnya, ketiga tim unggulan yakni Jerman, Prancis dan Portugal lolos ke babak 16 besar meninggalkan Hungaria sebagai juru kunci. Namun begitu, Hungaria sempat merepotkan ketiga tim raksasa tersebut.
2. Pertandingan Pertama yang Berbeda
(Italia vs Turki, partai pembuka Piala Eropa 2020)
Ada yang berbeda kali ini pada pertandingan perdana turnamen tersebut. digelar di sebelas kota tentu menjadi kebingungan tersendiri bagi UEFA untuk menjadikan mana tim pertama yang berhak bertanding.
Pada akhirnya UEFA memutuskan alfabet grup menjadi penentu, Grup A yang diisi Italia, Turki, Wales dan Swiss akan menjadi pembuka pertandingan pertama di Piala Eropa 2020. Laga tersebut mempertemukan antara Italia dengan Turki di Stadion Olimpico, Italia.
Sebelumnya, di Piala Eropa 2016 UEFA menentukan yang berhak bertanding pertama adalah tuan rumah yakni Prancis. Saat itu, Prancis berhasil menang dari Rumania 2-1 di pertandingan pembuka di Stade de France, Prancis.
1. Wasit

(Fernando Rapallini berasal dari Argentina)
Ada yang berbeda pada hakim lapangan Piala Eropa 2020, yakni adanya wasit dari Amerika Selatan. Salah satu wasit dari Amerika Selatan dalah Fernando Rapallini yang berasal dari Argentina.
Sementara itu, UEFA juga menetapkan Stéphanie Frappart dari Prancis untuk menjadi ofisial wanita pertama di Piala Eropa. Frappart bertugas sebagai wasit pendukung.
(Rachmat Fahzry)