Penangkapan Bartomeu Coreng Wajah Barcelona

Andika Pratama, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 46 2370646 penangkapan-bartomeu-coreng-wajah-barcelona-sP1zBiN15I.jpg Josep Maria Bartomeu (Foto: Barcelona)

BARCELONA – Calon Presiden Barcelona, Victor Font, menilai penangkapan Josep Maria Bartomeu mencoreng wajah Blaugrana –julukan Barcelona. Dia pun berharap situasi, seperti ini, tidak akan terjadi lagi pada Barcelona di masa depan.

Sebagaimana diketahui, Bartomeu ditangkap kepolisian Catalunya di kediamannya, Senin 1 Maret 2021. Selain Bartomeu, kepolisisan juga menangkap Oscar Grau (CEO Barcelona), Roman Gomez Ponti (Kepala Bidang Hukum), dan Jaume Masferrer di kantor Barcelona setelah dilakukan pengeledahan.

Lionel Messi dan Josep Maria Bartomeu (Foto: Barcelona)

Orang-orang itu terjerat skandal Barcagate yang muncul pada Februari 2020 silam. Barcagate berawal dari laporan media asal Spanyol, Cadena SER, yang menyebut Barcelona menyewa konsultan media, I3 Ventures, sedari 2017 silam, untuk menyerang pihak-pihak yang tak sejalan dengan Bartomeu, baik di dalam maupun luar klub. Pihak dari dalam klub yang diserang Bartomeu, seperti Lionel Messi, Gerard Pique, dan masih banyak lagi.

Alhasil, laporan itu membuat gempar sehingga Barcelona melakukan audit melalui Firma PriceWaterhouse Coopers. Audit itu mengungkapkan, bahwa Bartomeu tidak terbukti melakukan penyerangan terhadap pihak-pihak yang disebutkan sebelumnya.

BACA JUGA: Eks Presiden Barcelona Nilai Bartomeu Tak Bersalah dalam Skandal Barcagate

Namun, kepolisian Catalunya menilai ada tanda-tanda korupsi atas uang pembayaran terhadap I3 Ventures pada September 2020. Menurut laporan media-media di Spanyol, Barcelona pimpinan Bartomeu sengaja memecah pembayaran dalam jumlah kecil, 200 ribu euro (sekira Rp3,4 miliar), agar tidak perlu persetujuan direksi untuk mengeluarkan dana tersebut.

BACA JUGA: Kronologi Kasus Barcagate di Barcelona

Sementara itu, kabar terakhir dari Marca, bahwa ada sejumlah perusahaan selain I3 Ventures yang menerima pembayaran serupa. Nama-nama perusahaan itu adalah NSG Social, Science Ventures SL, Tantra Soft SA, Digital Side SA, Big Data Solutions SA, dan Futuric SA yang terkait dengan satu orang, yaitu Carlos Ibanez, pemimpin I3 Ventures.

Kasus I3 Ventures menuntun Bartomeu untuk mundur sebelum masa kepemimpinannya sebagai Presiden Barcelona berakhir pada 2020 silam. Padahal, kepemimpinan Bartomeu, yang berlangsung sejak 2014, seharusnya berakhir pada Maret 2021.

Kini, Bartomeu telah ditangkap kepolisian. Kejadian itu menjadi pukulan telak bagi Barceloan sebagai sebuah lembaga. sehingga membuat Font pun angkat bicara. Dia menyesali skandal ini menimpa Barcelona.

Josep Maria Bartomeu dan dewan direksi Barcelona (Foto: Twitter/@jmbartomeu)

"Ini hari yang sangat menyedihkan bagi Barcelona. Menghormati praduga tak bersalah, peristiwa seperti hari ini secara serius merusak citra kelembagaan klub," kata Font, mengutip dari Marca, Selasa (2/3/2021).

"Kami telah mengatakan sejak lama, bahwa model yang telah digunakan hingga sekarang tidak lagi berfungsi. Sangat penting untuk membuat perubahan dan memiliki klub yang jauh lebih transparan tempat badan perwakilan benar-benar tidak bergantung pada siapa yang berkuasa dalam biaya dan mekanisme kontrol bekerja,” tutur calon Presiden Barcelona itu.

“Hanya dengan perubahan ini kami akan memastikan, bahwa mulai sekarang situasi macam ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini