Penyerang Real Madrid Dituntut Hukuman 6 Bulan Penjara, Kenapa?

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 46 2298513 penyerang-real-madrid-dituntut-hukuman-6-bulan-penjara-kenapa-jH1fWNqRdt.jpg Luka Jovic dituntut hukuman penjara selama 6 bulan. (Foto: Twitter/@theBlancoZone)

MADRID – Nasib apes menerpa penyerang Real Madrid, Luka Jovic. Menurut laporan El Partidazo de Cope, jaksa penuntut umum di salah satu pengadilan Serbia meminta Luka Jovic menjalani hukuman enam bulan penjara. Kenapa?

Luka Jovic terancam hukuman penjara karena pada medio Maret 2020 melanggar protokol kesehatan yang diterapkan di negaranya, Serbia. Saat itu, Luka Jovic yang seharusnya menjalani isolasi mandiri setelah satu pemain basket Real Madrid terinfeksi Covid-19, malah memutuskan pulang kampung ke Serbia.

Luka Jovic

(Luka Jovic bersama sang kekasihm Sofija Milosevic)

Saat itu, Luka Jovic melanggar aturan protokol kesehatan yang diterapkan Real Madrid maupun Serbia. Kala itu manajemen Real Madrid meminta Luka Jovic menjalankan isolasi mandiri, namun eks penyerang Eintracht Frankfurt itu tidak melakukannya

Luka Jovic memilih pulang ke Kota Belgrade untuk menemui sang kekasih, Sofija Milosevic. Hanya saja, kedatangan Luka Jovic ke Serbia menjadi bahan perbincangan.

Luka Jovic datang ke Serbia dicap bak penjahat. Penyerang 22 tahun itu dicap seperti membawa virus. Sampai-sampai, Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic melakukan sindiran keras kepada Luka Jovic.

BACA JUGA: Jelang El Clasico, Madrid Doakan Kesembuhan Sergio Ramos

Luka Jovic paham telah melakukan pelanggaran setelah mendapat sindiran dari berbagai pihak. Namun, ia sama sekali tidak tahu telah melanggar aturan kesehatan yang ditetapkan di negaranya. Medio Maret 2020, Luka Jovic mengaku siap menerima hukuman yang seharusnya ia jalani.

"Saya melanggar isolasi karena saya tidak mengetahui aturannya. Saya tahu itu sulit dipercaya, tapi itu benar. Di negara tempat saya berasal, dan bahkan di Italia, sejauh yang dapat kita lihat di Internet, siapa pun yang berada di karantina dapat keluar membuang sampah sekali sehari, pergi ke apotek atau toko,” ujar Jovic mengutip dari Goal pada medio Maret 2020.

Luka Jovic

"Saya pikir aturan yang sama diterapkan di sini. Ini kesalahan saya karena tidak melakukan penelitian yang lebih baik, tetapi saya pikir penting untuk menjelaskan kondisi dengan benar, terutama bagi orang-orang yang datang dari luar negeri. Niat saya bukan untuk menyalahkan pihak berwenang atas ketidaktahuan saya, saya sadar bahwa saya mengasingkan diri dan ada dokumen yang membuktikannya,” lanjutnya.

"Ketidaktahuan saya adalah saya tidak tahu bagaimana saya harus bersikap. Sekali lagi, saya bersikeras itu karena kondisi. Tentu saja, saya siap menanggung konsekuensi dari tindakan saya,” tukas Jovic.

Semenjak didatangkan Madrid pada musim panas 2019, Luka Jovic gagal menampilkan performa brilian. Didaratkan dari Frankfurt seharga 60 juta euro, Luka Jovic baru mengemas dua gol dan dua assist dari 31 pertandingan di semua kompetisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini