Tak Diizinkan Pergi, Messi Tuding Bartomeu Ingkar Janji

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 05 September 2020 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 46 2272902 tak-diizinkan-pergi-messi-tuding-bartomeu-ingkar-janji-oKCf0azqY5.jpg Lionel Messi bertahan di Barcelona (Foto: Barcelona)

BARCELONA – Megabintang Barcelona, Lionel Messi, menuding Presiden Josep Maria Bartomeu mengingkari janjinya. Sebab, pihak klub tidak mengizinkannya pergi secara gratis kendati hal tersebut tertuang dalam klausul kontraknya.

Sebagaimana diketahui, Lionel Messi sempat menyatakan keinginan untuk hengkang dari Barcelona pada medio Agustus 2020. Ia disebut-sebut kecewa dengan penurunan prestasi yang dialami klub dalam beberapa musim terakhir dan ingin mencari tantangan baru.

Harapan muncul karena ada klausul dalam kontrak yang menyebutkan dirinya bisa pindah ke klub lain secara gratis kendati ikatan kerja sama baru berakhir pada 30 Juni 2021. Namun, klausul tersebut justru menjadi sumber masalah.

Baca juga: Resmi Bertahan di Barcelona, Messi Ungkap Peran Kedua Anaknya

Lionel Messi menuding Josep Maria Bartomeu ingkar janji

Dalam klausul disebutkan, Lionel Messi bisa pergi secara gratis sebelum kontraknya berakhir, asalkan memberi tahu klub paling lambat 10 Juni 2020. Namun, musim 2019-2020 masih berlangsung akibat pandemi Covid-19 saat tenggat waktu yang disepakati tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Lionel Messi sendiri.

“Saya sempat berpikir akan diberi kebebasan untuk pergi. Presiden (Josep Maria Bartomeu) selalu mengatakan pada akhir musim saya bisa memutuskan untuk bertahan atau tidak,” papar Lionel Messi, dilansir dari Goal, Sabtu (5/9/2020).

“Sekarang mereka (klub) berpegang pada fakta bahwa saya tidak mengatakan hal itu sebelum 10 Juni 2020, ketika nyatanya kami masih bertarung di La Liga Spanyol, di tengah musim yang diganggu oleh pandemi virus Corona,” tukas La Pulga.

Karena keteguhan Barcelona pada pendirian itu, Lionel Messi akhirnya memutuskan untuk bertahan. Apalagi, Josep Maria Bartomeu menegaskan kepadanya bahwa klub baru akan melepas jika ada yang berani menebus klausul pelepasan senilai 700 juta Euro (setara Rp12,1 triliun).

“Itu adalah alasan mengapa saya akan terus bertahan di klub. Sekarang, saya akan melanjutkan karier di klub karena presiden mengatakan satu-satunya cara untuk pergi adalah dengan membayar klausul 700 juta Euro, dan itu mustahil,” tutup pria berkebangsaan Argentina tersebut.

Dengan berakhirnya perseteruan tersebut, kedua belah pihak kini bisa bernafas lega. Barcelona tidak jadi kehilangan seorang megabintang, sementara Lionel Messi dapat fokus menyambut musim baru yang akan bergulir pada 12 September 2020.

Kontrak Lionel Messi memang akan berakhir pada 30 Juni 2021. Namun, dengan pernyataan resmi untuk bertahan, ada kemungkinan ikatan kerja sama itu diperpanjang. Apalagi, Barcelona akan mengadakan pemilihan presiden pada Maret 2021, di mana sebagian besar kandidat berjanji mempertahankan Lionel Messi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini