Alphonso Davies: Lahir di Kamp Pengungsi, Salju dan Juara Liga Champions

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 261 2266528 alphonso-davies-lahir-di-kamp-pengungsi-salju-dan-juara-liga-champions-XGPPyYPbCe.jpg Alphonso Davies. (Foto/Twitter Alphonso Davies)

“MIMPI MENJADI KENYATAAN”

Begitu tulis Alphonso Davies di akun Twitter-nya usai membawa Bayern Munich menjadi juara Liga Champions 2019-2020.

Pemuda 19 tahun itu berasal dari Edmonton Albert, Kanada yang direkrut Bayern saat usianya baru 17 tahun.

Foto/Twitter

Ia pun memberikan semangat kepada para pengikutnya di media sosial untuk tidak pantang menyerah meski berasal dari kota kecil yang tak dikenal.

“Untuk semua orang yang mengejar mimpi saat ini, tirulah saya. Jangan menyerah. Sekarang mungkin belum terlihat hasilnya tapi terus lah berusaha apa yang Anda kerjakan,” tulis Davies.

“Siapa sangka seorang anak dari Edmonton Alberta, Kanada. Kebanyakan orang bahkan tidak tahu di mana itu. Saat salju turun, suhu cuaca -40 c, dia sekarang juara Liga Champions,” tambahnya.

Baca juga: Pose Konyol Pemain Cadangan Bayern Munich dengan Piala Liga Champions

Baca juga: Neymar Menangis di Liga Champions, Alaba Menenangkan

Bayern juara Liga Champions berkat gol tunggal Kingsley Coman, dengan memanfaatkan umpan silang dari Joshua Kimmich pada menit 59.

Foto/Twitter

Trofi Liga Champions menambah koleksi Bayern yang sebelumnya telah memenangi Liga Jerman dan berhasil mengangkat trofi piala Liga Jerman (DFB Pokal).

Lahir di kamp pengungsi

Davies lahir di sebuah pengungsian di Ghana pada 2000, saat kedua orang tuanya melarikan diri dari perang saudara di Liberia.

Foto/The Players Tribune

Keluarganya kemudian pindah ke Kanada ketika Davies berusia lima tahun. Ia menceritakan kesulitannya bermain sepakbola saat musim dingin melanda Kanada.

“Ada banyak alasan mengapa lebih banyak pemain sepakbola yang berasal dari Rio de Janeiro (Brasil) daripada Edmonton. Bukan hanya dingin tapi seperti tinggal di dalam kulkas,” kata dia mengutip The Players Tribune, Senin (24/8/2020).

“Ketika tiba bulan September, dan salju mulai turun, Anda tidak bisa bermain sepakbola di luar,” tambahnya.

“Saya ingat suatu hari terbangun dan melihat benda putih tergeletak di tanah di luar. Saya berpikir, Apa ini? Saya pergi keluar. Saya memakai kaus dan celana pendek Saya menyentuhnya. Dingin sekali. Orangtua saya bangun dan pergi keluar juga. Mereka mengambil beberapa foto yang keren,” kenang Davies.

Foto/Twitter

“Tapi dingin sekali. Sampai hari ini, saya tidak suka musim dingin, meskipun saya sudah tinggal di Kanada bertahun-tahun,” tambah dia.

Davies bergabung dengan tim junior Whitecaps di tahun 2015, pada usia 14 tahun. Pemuda yang memiliki nama lengkap Alphonso Boyle Davies itu kemudian ditarik ke tim senior setahun kemudian. Total dia sudah melakoni 68 pertandingan dan mencetak tujuh gol di MLS.

Davies menjadi warga negara Kanada pada Juni 2017. Berkat kemampuan yang dimilikinya, pesepak bola berpostur 181 cm itu langsung dipanggil ke timnas Kanada meski usianya baru 16 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini