NYON – Komite Eksekutif (Exco) Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengeluarkan beberapa hasil setelah mengadakan pembicaraan pada Kamis 23 April 2020. Salah satu hasil pembicaraan itu tidak mempermasalahkan jika federasi suatu negara tidak mampu menyelesaikan musim ini, alias kompetisi dibatalkan.
Jika kompetisi dibatalkan, bagaimana cara federasi menentukan tim yang ambil bagian di kompetisi antarklub Eropa (Liga Champions dan Liga Eropa) musim depan? Dalam pernyataan UEFA, mereka menjadikan prestasi olahraga atau pencapaian musim ini sebagai tolok ukur penentuan tim mana yang ambil bagian di Liga Champions musim depan.

(Penampakan trofi Liga Champions)
Hanya saja, tidak adil jika klasemen saat ini dijadikan tolok ukur. Sebab, tidak semua tim melakoni jumlah pertandingan yang sama. Ambil contoh di Liga Inggris, yang mana Arsenal, Sheffield United dan Aston Villa baru melakoni 28 pertandingan, tidak seperti tim-tim lainnya yang telah menjalani 29 laga.
Karena itu, UEFA pun memiliki perhitungan lain jika nantinya kompetisi harus dibatalkan. UEFA mengambil jumlah rata-rata poin dari jumlah pertandingan yang telah dijalani klub. Jika tolok ukur itu yang diambil, Inggris akan diwakilkan Liverpool (2,83 poin/per pertandingan), Leicester City (1,83), Chelsea (1,66) dan Manchester United (1,55) di Liga Champions 2020-2021.