NYON – Komite Eksekutif (Exco) Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mengadakan pembicaraan pada Kamis 23 April 2020. Dalam pembicaraan itu mengeluarkan beberapa hasil, mulai dari diundurnya penyelenggaraan Piala Eropa Wanita 2021 ke 2022, Piala Eropa tetap bernama 2020 meski digelar 2021 dan kelanjutan kompetisi domestik 2019-2020.
UEFA menyarankan seluruh federasi untuk menyelesaikan kompetisi 2019-2020 paling lambat hingga minggu pertama Agustus 2020 (1 dan 2 Agustus). Jika hingga tanggal tersebut kompetisi tak diselesaikan, UEFA tidak mempermasalahkan jika kompetisi dibatalkan.
BACA JUGA: FIGC Sudah Tentukan Deadline Liga Serie A Italia 2019-2020

Hanya saja, UEFA meminta setiap federasi untuk menentukan tim juara plus tim-tim mana saja yang lolos ke kompetisi antarklub Eropa (Liga Champions dan Liga Eropa) musim depan. Lantas, apa dasar setiap federasi untuk menentukan tim yang lolos ke Liga Champions dan Liga Eropa musim depan jika kompetisi dibatalkan?
UEFA menyarankan federasi untuk menggunakan prestasi olahraga, atau klasemen terkini sebagai tolok ukur. Hanya saja, UEFA tidak mempermasalahkan jika federasi memiliki teknik penghitungan lain.
BACA JUGA: Bantu Keuangan Klub, UEFA Bayar Uang Kompensasi Lebih Cepat
Satu hal yang pasti, ujung-ujungnya tetap UEFA yang menentukan tim-tim yang lolos ke kompetisi antarklub Eropa musim depan. Ambil contoh Federasi Sepakbola Inggris (FA) menunjuk Liverpool, Leicester City, Chelsea dan Manchester United untuk tampil di Liga Champions musim depan.