Sementara Valencia melakukannya dua musim beruntun, yakni 1999-2000 dan 2000-2001. Di 1999-2000, Los Che –julukan Valencia – yang tampil mengejutkan di bawah arahan Hector Cuper takluk 0-3 dari Madrid. Setahun berselang, dalam final yang digelar Stadin San Siro Milan, Valencia kalah 4-5 via adu penalti kontra Bayern Munich.
Sementara itu, Atletico jadi klub yang paling sering lolos ke final Liga Champions, namun gagal juara. Los Colchoneros –julukan Atletico– melakukannya pada 1973-1974, 2013-2014 dan 2015-2016.
Pada 1973-1974, Atletico yang dibela mendiang Aragones sebenarnya sanggup menahan Bayern 1-1. Karena belum mengenal sistem perpanjangan waktu, laga pun diulang. Di partai ulang itu, Die Roten –julukan Bayern– menang 4-0 atas Atletico.
Selanjutnya pada 2013-2014 dan 2015-2016, lawan yang mengalahkan Atletico selalu sama yakni Madrid. Pada 2013-2014, Atletico kalah 1-4. Sementara dua tahun berselang, tim asuhan Diego Simeone kalah 3-5 via adu penalti.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.