Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SOCCERPEDIA: 3 Klub yang Lebih dari 1 Kali Lolos ke Final Liga Champions, namun Gagal Juara

Ramdani Bur , Jurnalis-Rabu, 29 November 2017 |12:30 WIB
SOCCERPEDIA: 3 Klub yang Lebih dari 1 Kali Lolos ke Final Liga Champions, namun Gagal Juara
Simeone gagal membawa Atletico juara Liga Champions. (Foto: REUTERS)
A
A
A

SEMENJAK Piala/Liga Champions bergulir pada 1955-1956, ada 22 klub yang keluar sebagai kampiun. Real Madrid jadi yang tersukses dengan raihan 12 gelar, diikuti AC Milan dengan tujuh trofi di posisi dua.

Jika ukurannya tim yang melaju ke final, total ada 39 klub. Namun, 17 di antaranya gagal menjadi juara. Sebanyak 14 klub satu kali melaju ke partai puncak dan belum mengulangi pencapaian tersebut hingga saat ini.

Dari 17 klub finalis yang gagal juara, ada tiga tim yang lebih dari satu kali melaju ke partai puncak, namun tak mampu mengangkat trofi di akhir turnamen. Ketiga klub yang dimaksud ialah Stade Reims yang dua kali lolos ke final Liga Champions, Valencia (2) dan Atletico Madrid (3).

BACA JUGA: SOCCERPEDIA: Chelsea, Juara Bertahan Terburuk di Liga Champions

Reims yang merupakan wakil Prancis melaju ke partai puncak pada 1955-1956 dan 1958-1959. Uniknya, klub yang menumbangkan Reims selalu Real Madrid! Pada 1955-1956, Reims yang dimotori Michel Hidalgo kalah 3-4. Sementara tiga musim berselang, mereka dibungkam Los Blancos –julukan Madrid– dengan skor 0-2.

Sementara Valencia melakukannya dua musim beruntun, yakni 1999-2000 dan 2000-2001. Di 1999-2000, Los Che –julukan Valencia – yang tampil mengejutkan di bawah arahan Hector Cuper takluk 0-3 dari Madrid. Setahun berselang, dalam final yang digelar Stadin San Siro Milan, Valencia kalah 4-5 via adu penalti kontra Bayern Munich.

BACA JUGA: SOCCERPEDIA: Gagal Menang di 4 Laga Awal Fase Grup Liga Champions, Manchester City Tetap Lolos ke 16 Besar

Sementara itu, Atletico jadi klub yang paling sering lolos ke final Liga Champions, namun gagal juara. Los Colchoneros –julukan Atletico– melakukannya pada 1973-1974, 2013-2014 dan 2015-2016.

Pada 1973-1974, Atletico yang dibela mendiang Aragones sebenarnya sanggup menahan Bayern 1-1. Karena belum mengenal sistem perpanjangan waktu, laga pun diulang. Di partai ulang itu, Die Roten –julukan Bayern– menang 4-0 atas Atletico.

Selanjutnya pada 2013-2014 dan 2015-2016, lawan yang mengalahkan Atletico selalu sama yakni Madrid. Pada 2013-2014, Atletico kalah 1-4. Sementara dua tahun berselang, tim asuhan Diego Simeone kalah 3-5 via adu penalti.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement