JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, memberikan waktu satu minggu kepada operator kompetisi i.League dan klub untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter. Setelah itu, PSSI akan menginvestigasi dan membuka opsi kembali diterapkan larangan suporter tandang.
Hal itu menyusul dua insiden penyerangan yang baru saja terjadi. Insiden itu menimpa rombongan Persib Bandung U-18 di Batang, Jawa Tengah, dan suporter Persija Jakarta yang tergabung dalam The Jakmania Cikampek di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat.
"Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi, ya jangan-jangan tidak ada lagi, ya suporter away lagi," kata Erick di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Ia menyebutkan i.League dan klub harus bertanggung jawab dengan adanya dua insiden tersebut. Pasalnya, insiden tersebut telah merusak citra sepak bola Indonesia.
"Tentu konteks itu satu hal, konteks yang lain ketika terjadi penyerangan, apakah yang suporter oknum, saya tidak mau bicara suporter, oknum suporter menyerang sebuah bus, ya, yang saya lihat itu sudah menjurus kriminalitas," kata Erick.
"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuma kita akan lakukan tindak tegas pastinya," tuturnya.
Erick Thohir menekankan sangat penting perlindungan untuk para pemain muda yang berlaga di EPA. Jadi, setiap klub harus memberikan jaminan rasa aman kepada para pemain.
“Semua klub kita harus lindungi karena mereka kan bertanding juga ke klub-klub lain. Nah, ini kita harus melindungi," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)