JAKARTA - Persebaya Surabaya menargetkan dapat menjuarai Super League 2026-2027. Target tersebut dicanangkan karena klub berjuluk Bajul Ijo memiliki sejumlah modal penting.
Manajemen Persebaya secara terbuka menyatakan keinginan untuk membawa pulang trofi juara, sekaligus melanjutkan perjalanan panjang klub menuju perayaan usia ke-100 tahun.
“Teman-teman, saya akan langsung to the point, kalau Tuhan mengizinkan, Persebaya ingin jadi juara di Super League 2026/27,” kata CEO Persebaya, Azrul Ananda, melansir laman iLeague, Rabu (2/9/2026).
“Tapi untuk mencapai itu, Persebaya tidak bisa bergerak sendirian. Kita harus bersinergi bersama Persebaya, Bonek di seluruh dunia, seluruh partner dan tentunya Pemkot Surabaya serta TNI-Polri sebagai stakeholder utama di Surabaya dan sekitarnya,” ucapnya.
Pihak klub telah menyiapkan berbagai aspek untuk menghadapi persaingan musim baru. Mulai dari komposisi pemain, staf pelatih, hingga sistem pendukung yang dibangun untuk menjaga performa tim sepanjang kompetisi.
Salah satu sosok yang menjadi bagian penting dalam proyek tersebut adalah pelatih Bernardo Tavares.
“Kami yakin untuk mengejar target musim ini kami telah memiliki pelatih yang tepat, Coach Tavares. saya ingin cerita sedikit, kami sudah mendekati Coach Tavares hampir tiga tahun lalu. Kami ingin Coach Tavares bergabung dengan Persebaya sejak lama dan saya baru bisa cerita sekarang,” ujar Azrul.
Saat pertama kali didekati, pelatih asal Portugal itu belum bisa menerima tawaran Persebaya. Namun, alasan penolakannya justru membuat manajemen semakin yakin dengan karakter sang pelatih.