Mantan Bos Milan Blak-Blakan soal Krisis Sepak Bola Italia hingga Sindir Inter Terkait Calciopoli

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Kamis 21 Mei 2026 20:41 WIB
Mantan Bos Milan Blak-Blakan soal Krisis Sepak Bola Italia hingga Sindir Inter Terkait Calciopoli (Instagram)
Share :

JAKARTA - Mantan bos AC Milan, Adriano Galliani, blak-blakan soal krisis sepak bola Italia dewasa ini. Ia juga menyindir Inter Milan terkait Calciopoli. 

Mantan CEO ini menghabiskan lebih dari tiga dekade di sisi Silvio Berlusconi. Pertama, saat keduanya bahu-membahu meraih kesuksesan di AC Milan. Kemudian, keduanya melanjutkan petualangannya di Monza. 

1. Blak-blakan soal Krisis Sepak Bola Italia

Galliani berbicara lebar soal krisis yang terjadi di sepak bola Italia. Ia pun mengidentifikasi sejumlah masalah. 

“Klub-klub yang memenangkan Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir memiliki pendapatan dua kali lipat dari klub-klub terbesar Italia,” kata Galliani saat menghadiri acara, kepada Calciomercato, melansir Football Italia, Kamis (21/5/2026).

“Pendapatan Real Madrid mencapai €1,2 miliar, sementara klub-klub Italia terbaik hanya mampu menghasilkan €400-500 juta termasuk keuntungan dari penjualan pemain,” ucapnya.

Musim ini, tak ada perwakilan Serie A di semifinal tiga kompetisi UEFA. Hanya Bologna dan Fiorentina yang mampu lolos ke perempat final.

“Dulu kami menang karena memiliki pemain-pemain terbaik. Pemenang Ballon d’Or terakhir dari Serie A adalah Kaka pada tahun 2007,” kata Galliani.

Sekali lagi, ini bermuara pada kurangnya pendapatan. Ia pun mengungkapkan penyebab kesenjangan keuangan ini.

“Ada beberapa alasan mengapa Serie A kesulitan menjual hak siar TV-nya di luar negeri. Liga Premier baik-baik saja karena banyak orang di seluruh dunia berbicara bahasa Inggris, sementara La Liga dijual ke negara-negara berbahasa Spanyol. Tidak ada yang benar-benar berbicara bahasa Italia di luar Italia, selain di beberapa bagian Swiss,” ujar Galliani.

Ia mengungkapkan cara bagi klub untuk dapat meningkatkan pendapatannya. Hal terpenting adalah terkait masalah stadion.

“Untuk meningkatkan pendapatan, hal pertama yang perlu kita kerjakan adalah stadion. Struktur yang indah juga membantu penjualan hak siar TV, karena ketika penonton melihat arena setengah kosong yang runtuh, mereka tidak tertarik," ujarnya.

Ia tak menampik kini Serie A tak lagi menjadi tujuan para pemain bintang, seperti zaman dahulu. 

“Serie A dulunya adalah sesuatu yang diincar para pemain, sekarang kita adalah liga transisi.”

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya