"Ini adalah masalah serius. Komplain itu bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif dan kita pukul teman sendiri, tidak boleh. Dan harus dipikir itu dan tidak boleh terjadi itu dalam sepak bola lagi," lanjut Souza.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga merefleksikan situasi yang terjadi di timnya. Souza mengakui bahwa pemain kerap kesulitan mengontrol emosi dalam pertandingan.
Hal itu terlihat dari catatan Persija Jakarta hingga pekan ke-29 Super League 2025-2026. Macan Kemayoran – julukan Persija Jakarta – telah mengoleksi delapan kartu merah sepanjang musim.
Jumlah tersebut menempatkan Persija sebagai tim dengan kartu merah terbanyak kedua di kompetisi. Mereka berada tepat di bawah Arema FC yang mengoleksi sembilan kartu merah.
"Kami sudah bicara dengan tim tentang situasi yang kalau tidak bisa dikontrol maka akan merugikan. Emosi adalah hal yang bisa bikin kami rugi di kompetisi ini karena ada banyak kartu," sambung Souza.
"Pastinya kalau tidak terjadi seperti itu pasti mungkin situasi akan lebih baik di klasemen. Ini jadi satu hal yang saya sampaikan ke pemain untuk lebih kontrol ketika banyak komplain ke wasit," tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)