JAKARTA – Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengutuk keras aksi tak terpuji tendangan kungfu yang dilakukan Fadly Alberto Hengga dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan sanksi berat kini tengah menanti pemain muda tersebut sebagai konsekuensi atas tindakan indisiplinnya.
Laga antara Bhayangkara FC U-20 kontra Dewa United U-20 pada EPA U-20 musim 2025-2026 berlangsung panas sejak peluit pertama dibunyikan. Pertandingan yang dihelat di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu 19 April 2026 tersebut akhirnya ternoda oleh insiden keributan antarpemain.
Insiden itu bermula dari protes terkait keputusan offside yang memicu ketegangan hebat di tengah lapangan. Dalam situasi carut-marut tersebut, Fadly yang membela Bhayangkara FC menjadi sorotan negatif usai melepaskan tendangan keras ke arah pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.
Aksi tersebut langsung menuai kecaman luas dari berbagai pihak karena dianggap mencederai nilai-nilai sportivitas. Insiden ini pun langsung masuk dalam radar pantauan serius otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.
Yunus Nusi memastikan pihaknya telah menerima laporan lengkap terkait kronologi kejadian tersebut. Pria berusia 56 tahun itu menegaskan bahwa kasus ini akan segera diproses secara hukum oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
"PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian antara pertandingan Dewa United dan Bhayangkara di Elite Pro Academy," kata Yunus dalam keterangan resminya, dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Yunus mengungkapkan, PSSI sangat menyayangkan insiden tendangan kungfu yang melibatkan Fadly Alberto. Menurutnya, sanksi berat menanti penggawa Timnas Indonesia U-20 tersebut demi memberikan efek jera.