Meski masih dalam tahap pengembangan, sarana yang tersedia saat ini sudah sangat mumpuni untuk menunjang performa tim. Fasilitas tersebut mencakup dua lapangan latihan, gymnasium, 14 unit rumah, mess pemain dengan 22 kamar, serta ruang serba guna. Bek senior Abduh Lestaluhu mengakui bahwa keberadaan fasilitas ini memberikan dampak instan bagi mentalitas pemain.
“Hadirnya fasilitas ini membuat para pemain senang. Kami sangat terbantu dalam meningkatkan kualitas individu maupun performa tim saat bertanding di lapangan,” ungkap Abduh.
Ambisi Malut United tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pihak klub mengonfirmasi telah menjalin kerja sama dengan salah satu klub Eropa untuk mengelola akademi usia dini (7–9 tahun). Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa pun optimistis bahwa investasi besar pada infrastruktur ini akan memberikan dampak sosial yang luas.
“Melalui fasilitas olahraga yang berkualitas, kita tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga membangun budaya sportif, semangat, dan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)