Kebuntuan restu tersebut akhirnya pecah berkat campur tangan legenda Timnas Indonesia, Rully Nere. Rully memberanikan diri menemui sang Gubernur untuk meyakinkan bahwa Boaz memiliki bakat istimewa yang sayang jika disia-siakan.
Meski sempat ketakutan dengan reaksi keras pamannya, Boaz akhirnya hanya bisa pasrah saat Rully mengundang Jaccobus Solossa untuk menonton laga uji coba.
Momen penentuan itu terjadi di lapangan. Rully Nere memasang Boaz sebagai starter sejak menit awal. Seolah ingin membuktikan bahwa ia memang terlahir untuk sepak bola, Boaz langsung mencetak gol saat pertandingan baru berjalan kurang dari satu menit.
Aksi impresif tersebut seketika meruntuhkan tembok keraguan sang paman.
"Ya sudah kasih masuk namanya di situ," ujar sang paman singkat, yang menjadi tiket emas bagi karier profesional Boaz.
Restu itu pun berbuah manis. Pada PON 2004 di Palembang, Boaz sukses membawa Papua meraih medali emas.
Meski dalam partai final melawan Jawa Timur laga berakhir 1-1 dan harus diputuskan sebagai juara bersama karena kendala lampu stadion, prestasi tersebut menjadi batu loncatan Boaz untuk bertransformasi menjadi legenda Timnas Indonesia yang disegani di level Asia.
(Rivan Nasri Rachman)