Nurkiman menuturkan bus Persebaya tidak terdapat kaca film. Pada kendaraan kaca film berfungsi menahan kaca supaya tidak berhamburan saat pecah.
Nurkiman langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Perasaannya sangat kacau, mengingat Nurkiman baru berusia 22 tahun. Dirinya harus kehilangan banyak kesempatan menjadi pemain bola hebat.
“Yang terpikirkan kacau, saya udah nggak bisa main bola. Waktu itu usia saya 22 tahun. Dari mobil ambulans sudah kacau saya berpikir ngga bisa bermain bola.” kata Nurkiman.
Setelah peristiwa tersebut, Nurkiman sempat bermain bola selama setengah musim. Namun, ia terpaksa berhenti karena keterbatasan penglihatan. Nurkiman beristirahat untuk memulihkan kondisinya.
(Reinaldy Darius)