3. Endang Witarsa
Di urutan ketiga ada Endang Witarsa, pria berdarah Tionghoa yang lahir pada 16 Oktober 1916. Namanya begitu harum bersama Timnas Indonesia.
Hanya saja, karier sepak bola sebagai pemain tidak mentereng, seperti pemain yang disebutkan sebelumnya. Namun, Endang Witarsa mampu berbicara banyak ketika ia menjadi pelatih. Pria bernama asli Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe memabawa setumpuk prestasi bagi Indonesia.
Mulai dari juara Piala Raja Thailand 1968, Merdeka Games 1969, Anniversary Cup 1969 dan Aghan Cup Pakistan. Bukan hanya itu, bakat melatihnya, mampu melahirkan legenda sepak bola Tanah Air. Sebut saja seperti Widodo C Putro, Rony Paslah, dan Surya Lesmana.
2. Nova Arianto
Kehebatan Nova Arianto memang tidak diragukan. Eks besk berpostur 183 cm ini kerap jadi andalan Timnas era 2008. Pria berkepala plontos ini jadi pilihan utama mengisi pos belakang Indonesia.
Nova Arianto sendiri merupakan salah satu keturunan Tionghoa yang sukses bersama Timnas Indonesia. Ia sempat mengantar Indonesia menembus Piala AFF 2008. Ia sudah membela Indonesia sebanyak 12 kali dan menyumbang satu gol dari periode 2008-2010.
Pada 2015 ia memutuskan pensiun dan beberapa kali menjadi asisten sejumlah klub di Indonesia. Namun, pada 2019 ia dipercaya menjadi asisten Timnas Indonesia hingga era kepelatihan Shin Tae-yong saat ini.