BANDUNG – Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, memastikan bahwa timnya siap menghadapi laga kontra Persebaya Surabaya pada matchday kedua Grup C Piala Menpora 2021. Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu 28 Maret 2021 pukul 18.15 WIB.
Rahmad Darmawan sendiri mengaku sangat mewaspadai Persebaya pada laga ini. Pasalnya jika harus menilik pada laga perdana Grup C sebelumnya, Persebaya berhasil membuat Rahmad Darmawan merasa waswas.
Pada laga perdana, tim berjuluk Bajul Ijo tersebut berhasil menunjukkan permainan memukau saat menghadapi Persik Kediri. Sebab, mereka sejatinya hanya bermain 10 pemain lalu tertinggal terlebih dahulu dan berhasil membalikkan keadaan.
Baca juga Dua Pemain Muda Madura United Cetak Rekor, Ini Respons Rahmad Darmawan
Hal inilah yang membuat Rahmad Darmawan sangat menyadari akan ancaman Persebaya. Karena alasan tersebut, ia kemudian menaruh rasa hormat terhadap Persebaya jelang melakoni laga besok malam.
Baca juga Jadwal Piala Menpora 2021 Hari Ini: PSM Lawan Bhayangkara Solo FC, Persija Hadapi Borneo FC
“Menghadapi pertandingan kedua kita melawan Persebaya, kita sama-sama melihat bagaimana Persebaya kemarin, mereka mampu bermain dengan sangat baik,” ungkap Rahmad Darmawan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (27/3/2021).
“Walaupun hanya bermain dengan 10 pemain, tetapi tidak sama sekali mengubah gaya main mereka, tidak mengubah intensitas serangan mereka, tidak mengendorkan semangat motivasi,” tambahnya.
“Kita sangat respek menghadapi Persebaya, butuh kerja keras dari Madura United jika ingin hasil yang baik,” lanjutnya.
Sementara itu, mengomentari tentang performa tim sendiri, Rahmad Darmawan berharap para pemainnya juga memiliki motivasi tinggi untuk menghadapi Persebaya. Tetapi, tidak hanya itu, ia juga ingin para pemainnya bisa bermain baik.
Ia menekankan skuadnya untuk tidak bermain di bawah tekanan. Sebab, hal itu sempat terjadi saat menghadapi laga perdana kontra PSS, di mana mereka tampil buruk di babak pertama hingga akhirnya kebobolan lebih dulu.
“Mereka harus bermain dengan tidak di bawah tekanan, pengalaman pertama kemarin menjadi pengalaman berarti untuk mengendalikan diri sendiri, untuk keluar dari tekanan,” pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)