LONDON – Salah satu agen pesepakbola ternama, Kia Joorabchian, memuji kiprah Chelsea yang aktif dalam bursa transfer musim panas ini. Ia menilai situasi Chelsea pada saat ini membuat banyak klub lain, terutama para rival merasa iri.
Pada musim panas ini, Chelsea memang terbilang habis-habisan dengan mengeluarkan banyak uang. Setelah musim lalu, mengalami larangan transfer, kali ini mereka benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk merombak tim.
Kehadiran Frank Lampard sebagai pelatih membuat Chelsea berambisi besar untuk menapaki musim 2020-2021 dengan baik. Mereka pun terlihat ambisius dengan membawa para pemain baru untuk bergabung dengan Chelsea.
Tercatat sudah ada enam pemain ternama yang direkrut Chelsea pada musim ini. Keenam nama tersebut adalah Timo Werner, Hakim Ziyech, Ben Chilwell, Kai Havertz, Thiago Silva, dan Malang Sarr.
Baca juga Rennes Konfirmasi Chelsea Ingin Beli Edouard Mendy
Namun, ternyata itu belum cukup. Sebab, Chelsea masih memburu satu nama lain yang akan segera mereka rekrut pada musim ini. Ia adalah Edouard Mendy dari Rennes yang diharapkan bisa menggantikan peran Kepa Arrizabalaga di posisi penjaga gawang.
Aktivitas yang begitu tinggi dari kubu Chelsea membuat beberapa pihak lain dirasa iri dengan Lampard. Pasalnya dengan adanya pandemi virus Corona membuat banyak klub mengalami finansial yang sulit sehingga harus pintar-pintar dalam membeli pemain.
Joorabchian pun menilai situasi ini memang membuat klub lain merasa iri, terutama para pelatih. Pasalnya, para pelatih sangat berharap bisa seperti Lampard yang mendapat dukungan besar dari Chelsea.
“Chelsea telah menghabiskan banyak uang dengan sangat baik. Mereka mendukung Frank sepenuhnya. Itulah kuncinya,” ungkap Joorabchian, mengutip dari Goal, Kamis (10/9/2020).
“Saya tahu banyak pelatih yang berharap mereka mendapat dukungan dengan cara itu. Saya pikir memang tekanan ada pada Chelsea,” tambahnya.
“Pasar akan terus berlanjut. Tetapi, saya pikir Chelsea telah membeli apa yang mereka beli. Tetapi, mereka mungkin membayar 20 atau 30 persen lebih rendah daripada apa yang mereka lakukan di pasar biasanya,” pungkasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)