LISBON – Olympique Lyon akan menghadapi Bayern Munich di babak semifinal Liga Champions 2019-2020. Kedua tim akan saling bentrok di Stadion Alvalade, Lisbon, Portugal, Kamis (19/8/2020) dini hari WIB.
Kiper Lyon, Anthony Lopes, mengaku sangat berambisi untuk membawa timnya meraih kemenangan di laga dini hari nanti. Meski diyakini bakal jadi laga yang sulit, Lopes yakin Lyon bisa memberikan tekanan kepada Bayern.
“Ada cukup adrenalin dalam diri saya. Ini adalah semifinal Liga Champions. Bermain di sana bukanlah sesuatu yang bisa dicapai semua orang,” ujar Lopez, seperti dilansir dari laman resmi UEFA, Rabu (19/8/2020).
“Kami beruntung berada di sini untuk melawan tim besar seperti Bayern (Munich). Kami rendah hati tetapi kami telah berhasil sejauh ini dan akan mencoba memberikan kesulitan bagi Bayern pada pertemuan kali ini,” lanjutnya.
Baca juga: Gnabry Minta Bayern Munich Hati-Hati dengan Status Favorit Juara
Akan tetapi, Bayern jelas bukan lawan yang mudah bagi Lyon. Robert Lewandowski dan rekan-rekan tengah berada pada performa terbaik mereka musim ini. Tren positif tidak hanya ditunjukkan Bayern di kompetisi domestik saja.
Die Rotten –julukan Bayern– juga menunjukkan taring mereka di ajang Liga Champions musim ini. Hal tersebut mereka buktikan dengan menghancurkan tim sekelas Barcelona pada babak perempatfinal.
Pelatih Lyon, Rudi Garcia menyadari kalau lawan timnya kali ini adalah klub yang tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi. Garcia juga sadar jika melihat statistik, timnya jelas tidak diunggulkan untuk menang.
Meski demikian, hal tersebut tak membuatnya gentar. Berkaca pada laga kontra Man City di babak perempatfinal, ia yakin Lyon tetap punya peluang untuk meraih kemenangan di laga dini hari nanti.
“Mereka (Bayern) adalah tim yang lengkap. Jika Anda melihat statistik maka ini akan mirip dengan laga kami sebelumnya (kontra Man City),” ujar Garcia.
Kami adalah tim yang tidak dipredikssi tapi kami memiliki kesempatan yang sama untuk lolos ke final dan jika kami bisa memanfaatkannya, kami akan mencapainya,” tandasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)